KLIK.SAMPIT – Kabut asap di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai menunjukkan peningkatan pada Minggu (19/7). Di saat yang sama, prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan belum ada potensi hujan dalam 24 jam ke depan, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tetap tinggi.
Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi H Asan Sampit pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca di Sampit terpantau berkabut asap dengan jarak pandang hanya 800 meter. Suhu udara tercatat 21,9 derajat celsius, kelembapan mencapai 98 persen, sementara angin berada dalam kondisi tenang (calm).
Kabut asap mulai dirasakan warga di sejumlah titik dalam kota. Salah seorang warga Sampit, , mengatakan kepulan asap terlihat lebih tebal dibanding beberapa hari sebelumnya.
"Kabut asap cukup pekat. Sampit berasa di atas awan," ujar Maulina.
Meningkatnya kabut asap sejalan dengan masih ditemukannya titik panas di wilayah Kotim. Berdasarkan data BMKG, hingga Minggu pagi terdeteksi tujuh hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Sebaran hotspot berada di Kecamatan Baamang sebanyak tiga titik di Kelurahan Baamang Hulu. Dua titik lainnya terpantau di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, masing-masing di Desa Eka Bahurui dan Desa Bapeang. Sementara masing-masing satu titik berada di Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, serta Desa Santilik, Kecamatan Mentaya Hulu.
Di sisi lain, BMKG memprakirakan Kabupaten Kotawaringin Timur belum memiliki potensi pertumbuhan awan hujan pada periode 19 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 20 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Kondisi tersebut membuat peluang hujan yang dapat membantu menekan kebakaran lahan masih sangat kecil.
Analisis parameter cuaca BMKG juga menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar hingga 20 Juli 2026.
Dengan kondisi cuaca yang kering, minim potensi hujan, dan masih adanya titik panas, kabut asap diperkirakan berpotensi bertambah apabila kebakaran hutan dan lahan terus terjadi.
BMKG mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Pengendara diminta lebih berhati-hati karena jarak pandang menurun, sementara kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. (KLIK-RED)