KLIK. PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya Palangka Raya, mendapat sorotan DPRD Kalteng. Kondisi tersebut dinilai menambah beban masyarakat yang tengah menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi meminta PLN memastikan pasokan listrik tetap terjaga di tengah situasi tersebut. Menurutnya, masyarakat sudah menghadapi persoalan kualitas udara sehingga pemadaman listrik sebaiknya tidak ikut menambah kesulitan.
“Sekarang masyarakat sedang menghadapi asap dan dampak karhutla. Jangan sampai persoalan listrik justru menambah beban mereka,” kata Junaidi, Kamis (1/10).
Junaidi juga mempertanyakan kondisi kelistrikan Kalteng yang masih mengalami pemadaman. Sebab, menurut dia, daerah tersebut memiliki sejumlah pembangkit yang tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga memasok listrik ke wilayah lain di Kalimantan.
Dia menyebut pembangkit di Bangkanai, Pulang Pisau dan Gunung Mas menjadi bagian dari sumber pasokan listrik regional.
“Kalau pasokan dari Kalteng juga mengalir ke daerah lain, tentu kebutuhan masyarakat di sini harus menjadi perhatian. Jangan sampai warga di daerah sumber energi malah mengalami kekurangan listrik,” ujarnya.
Junaidi berharap PLN dapat memberikan perhatian lebih terhadap kestabilan pasokan listrik di Kalteng. Terlebih, masyarakat membutuhkan listrik untuk berbagai aktivitas ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah.
“Listrik ini kebutuhan dasar. Saat kondisi karhutla seperti sekarang, masyarakat membutuhkan listrik untuk beraktivitas dan mendapatkan informasi,” katanya.
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab pemadaman yang masih berlangsung. Karena itu, Junaidi meminta PLN memberikan penjelasan kepada masyarakat sekaligus memastikan langkah penanganannya.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian PLN pusat maupun daerah karena Kalteng memiliki peran dalam sistem kelistrikan regional.
“Jangan sampai daerah yang ikut menyuplai energi justru harus berulang kali menghadapi pemadaman. Pelayanan kepada masyarakat di Kalteng juga harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (KLIK-RED)