KLIK.SAMPIT – Kawasan Bundaran KB di titik nol ruas Jalan Sampit-Samuda diusulkan mendapat penataan menyeluruh. Penataan tersebut didorong masuk dalam APBD 2027 agar kawasan yang terus berkembang itu dapat menjadi salah satu ikon baru Kota Sampit.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah Abdul Hafid, menyampaikan usulan tersebut saat meninjau kawasan Bundaran KB bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Sabtu (3/10).
Menurutnya, kawasan sekitar Bundaran KB kini mulai dikelilingi permukiman, tempat usaha dan aktivitas masyarakat. Karena itu, penataan dinilai perlu dilakukan tidak hanya pada bundaran, tetapi juga kawasan di sekitarnya.
“Saya mengusulkan penataan kawasan Bundaran KB ini dapat masuk pada tahun anggaran 2027. Semoga dengan penataan oleh provinsi, pemerintah kabupaten juga terdorong untuk menata bundaran ini sehingga ke depan bisa lebih ikonik dan menjadi salah satu titik wisata baru,” kata Abdul Hafid.
Abdul Hafid menjelaskan, ruas jalan di sekitar Bundaran KB merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas PUPR. Sementara bundaran menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Ia berharap kewenangan tersebut dapat menjadi dasar koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menata kawasan Bundaran KB.
Penataan yang diusulkan mencakup sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya drainase, trotoar, pelebaran jalan serta lingkungan sekitar bundaran.
Abdul Hafid yang juga Ketua DPD PAN Kotim itu menyebut Bundaran KB memiliki nilai sejarah bagi masyarakat. Nama tersebut berasal dari tugu yang berada di kawasan tersebut dan memiliki simbol program Keluarga Berencana (KB).
PUPR Kalteng Siapkan Konsep
Kabid Bina Marga PUPR Provinsi Kalteng, Chandra Puji Asmara, yang mewakili Kepala Dinas PUPR Kalteng Juni Gultom, turut meninjau kawasan tersebut.
Chandra mengatakan, usulan penataan Bundaran KB menjadi perhatian pihaknya. Jika nantinya direalisasikan, pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan masyarakat yang berada di sekitar kawasan penataan.
“Penataan bundaran ini juga akan mencakup pembangunan drainase sekaligus trotoar, termasuk untuk rencana pelebaran jalan di area bundaran,” jelas Chandra.
Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat juga diperlukan apabila pekerjaan penataan nantinya dilaksanakan.
Camat Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Irpansyah, menyambut baik usulan tersebut. Ia menyatakan pemerintah kecamatan siap membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat apabila penataan kawasan Bundaran KB direalisasikan.
“Ini sangat bagus sekali apabila provinsi melakukan penataan terhadap lokasi tersebut. Kami akan melakukan sosialisasi apabila nantinya penataan ini dilaksanakan,” katanya.
Usulan penataan kawasan Bundaran KB selanjutnya diharapkan dapat mendorong sinergi antara Pemprov Kalteng dan Pemkab Kotim. Konsepnya tidak hanya memperbaiki fungsi lalu lintas, tetapi juga menata lingkungan sekitar agar kawasan tersebut lebih tertib dan memiliki karakter sebagai salah satu titik penting di Sampit. (KLIK-RED)