KLIK.SERUYAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendekati kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, Minggu (18/10). Dampaknya, plafon Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Seruyan dilaporkan terdampak setelah petugas melakukan pemadaman.
Api bergerak dari arah Desa Sungai Undang menuju kawasan yang terdapat sejumlah kantor pemerintahan. Selain Disnaker, kantor yang berada di sekitar lokasi antara lain PUPR, Bapedalitbang, Dinas Perikanan, Inspektorat, DKPP, hingga KPU.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Seruyan Nomo Koeswoyo mengatakan, pihaknya telah bersiaga sejak malam setelah menerima laporan masyarakat. Kondisi lahan yang didominasi gambut menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Dari tadi malam kami sudah siaga sesuai laporan masyarakat. Api mengarah dari Desa Sungai Undang,” katanya saat ditemui di lokasi penanganan karhutla, Minggu (18/10).
Untuk pemadaman, DPKP Seruyan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil slip on. Operasi penanganan mulai dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB.
Nomo mengatakan, ketersediaan air cukup membantu proses pemadaman. Sejumlah embung di wilayah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber air, sedangkan akses menuju lokasi relatif mudah dijangkau.
“Alhamdulillah, kendala tidak terlalu ada karena di tiap wilayah terdapat embung dan pasokan air yang memadai. Akses juga mudah,” ujarnya.
Penanganan karhutla melibatkan sejumlah instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Petugas membagi wilayah penanganan untuk mencegah api meluas, terutama ke kawasan perkantoran.
Wakil Bupati Seruyan, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala perangkat daerah turut memantau kondisi di lapangan.
Kedekatan titik kebakaran dengan kompleks perkantoran membuat pemadaman menjadi prioritas. Selain mencegah api menjalar ke gedung lain, petugas juga perlu memastikan kondisi di sekitar kantor pemerintahan aman. (KLIK-RED)