Home DPRD Gunung Mas DPRD Gunung Mas Soroti Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Pelosok

DPRD Gunung Mas Soroti Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Pelosok

  Akhmad Syahriansyah   | Sabtu , 03 Oktober 2026
0a13aba6c9f1a0e7f130b2baa714702f.jpg
Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Gunung Mas Karollina . (Istimewa)

KLIK.KUALA KURUN- DPRD Kabupaten Gunung Mas menyoroti pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan dan pendidikan. Pemkab diminta memastikan penajaman program dalam Perubahan APBD 2026 berdampak langsung pada peningkatan layanan masyarakat, terutama di wilayah pelosok.

Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Gunung Mas Karollina mengatakan, pemenuhan SPM perlu menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran perubahan. Hal itu mencakup ketersediaan tenaga medis, obat-obatan di puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu), serta sarana belajar mengajar di sekolah-sekolah pelosok.

“Fraksi Partai Demokrat mendesak agar penajaman program pada Perubahan APBD 2026 ini memastikan keterpenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 59 Tahun 2021,” kata Karollina, Kamis (3/9).

Sorotan serupa disampaikan Fraksi Perindo DPRD Gunung Mas. Juru Bicara Fraksi Perindo Singong menegaskan, penajaman anggaran harus berorientasi pada pencapaian SPM, bukan sekadar pemenuhan administrasi.

“Penajaman anggaran harus benar-benar menjamin ketercapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 59 Tahun 2021,” ujar Singong.

Fraksi Perindo juga meminta perhatian terhadap fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dan pustu, serta ketersediaan sarana pendidikan di wilayah pelosok. Fasilitas tersebut diharapkan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Menanggapi sorotan DPRD, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menyatakan pemerintah daerah berkomitmen memenuhi SPM bidang pendidikan, mulai dari jenjang PAUD atau TK hingga SD dan SMP.

Menurutnya, pemenuhan SPM pendidikan diarahkan untuk memeratakan akses, meningkatkan hasil belajar melalui penguatan literasi dan numerasi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

“Pemenuhan SPM diarahkan pada pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas hasil belajar melalui penguatan literasi dan numerasi, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan, kekerasan, serta intoleransi,” terang Jaya.

Di bidang kesehatan, Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Kesehatan juga menyatakan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.

Jaya menyebut, hingga Juli 2026, capaian SPM bidang kesehatan mencapai 62,87 persen. Dinas Kesehatan menargetkan seluruh indikator dapat mencapai 100 persen pada Desember 2026.

“Dinas Kesehatan menargetkan seluruh indikator dapat mencapai 100 persen pada Desember 2026,” pungkasnya.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami