KLIK.SAMPIT – Kabut asap masih menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Selasa (20/10) pagi. Jarak pandang yang tercatat 100 meter pada pukul 06.00 WIB turun menjadi hanya 50 meter satu jam kemudian, berdasarkan data BMKG Kotim.
Kondisi tersebut dirasakan warga yang harus menjalankan aktivitas di tengah asap menyengat. Dayah, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengeluhkan asap yang terasa masuk ke saluran pernapasan meski telah menggunakan masker biasa.
“Masker medis biasa sepertinya sudah tidak mempan. Harus lapis dua atau masker khusus.Asap terlalu menyegat dan mata perih,” ungkap Dayah.
Data pengamatan BMKG Kotim di Stasiun Meteorologi Sampit menunjukkan, pada pukul 06.00 WIB jarak pandang mencapai 100 meter, suhu 22 derajat Celsius, dan kelembapan udara 81 persen. Kondisi cuaca dilaporkan berupa kabut asap dengan angin tenang atau calm, berkecepatan 0 kilometer per jam.
Memasuki pukul 07.00 WIB, jarak pandang kembali menurun menjadi 50 meter. Suhu tercatat 23 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara meningkat menjadi 97 persen. Kondisi kabut asap dan angin tenang masih terpantau dalam pengamatan tersebut.
Jarak pandang yang sangat terbatas membuat pengguna jalan perlu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Masyarakat juga perlu membatasi aktivitas di luar ruangan jika memungkinkan, terutama ketika asap terasa menyengat.
Data jarak pandang tersebut menggambarkan terbatasnya visibilitas akibat kabut asap, tetapi tidak secara langsung menunjukkan tingkat konsentrasi polutan atau kategori kualitas udara. Warga yang mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk sebaiknya segera mencari pertolongan medis.(KLIK-RED)