KLIK.SAMPIT – Jalan poros Tjilik Riwut menuju Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), rusak parah hingga menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara. Kondisi ini seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah demi keamanan dan kenyamanan warga. Namun, kenyataannya, kerusakan tersebut telah dibiarkan begitu lama.
Keadaan ini memicu banyak komentar dari warganet di media sosial Facebook. Berikut adalah beberapa tanggapan terkait kerusakan jalan di Desa Terantang yang diunggah pada Rabu (18/12).
Akun Facebook Nissa Adzha mengungkapkan pengalaman pribadinya terkait kondisi jalan tersebut.
"Sering saja kami melewati jalan becek seperti ini waktu di perkebunan sawit. Namun, tidak separah ini. Sekarang malah jadi kubangan lumpur," tulisnya, disertai emoji sedih.
Menurutnya, kerusakan jalan di wilayah tersebut sudah berlangsung selama 16 tahun tanpa ada perbaikan yang signifikan.
"16 tahun sudah tinggal di Terantang, jalan ini tidak pernah berubah. Dulu hanya sedikit beraspal di bagian atas sana," tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh akun Yuni Zha, yang menyebutkan bahwa kerusakan kini meluas hampir ke seluruh ruas jalan.
"Kerusakan makin parah, bahkan hampir seluruh ruas jalan. Ditambah lagi tanah yang ditimbun di pinggir jalan justru turun ke pelabuhan saat hujan," ujarnya.
Yuni menyarankan pemerintah untuk menggunakan tanah latrit sebagai bahan penimbunan, terutama saat musim hujan.
"Jalan semakin hancur. Menimbun dengan tanah lumpur hanya memperburuk keadaan," keluhnya.
Sementara itu, akun Ririe berharap pemerintah daerah segera turun ke lapangan untuk meninjau kondisi jalan secara langsung.
"Kasihanilah kami, warga dan para guru, yang setiap hari harus melewati jalan berlumpur. Mohon ditinjau, Bu Irawati," pintanya.
Akun Halimah Terantang juga meminta pemerintah kabupaten untuk serius menangani masalah ini, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat setempat. Ia juga mengingatkan janji kampanye Pilkada.
"Bapak Bupati atau Wakil Bupati, tolong perhatikan jalan ini. Ini jalan utama masyarakat, termasuk para guru. Ingatlah janji saat kampanye untuk menyejahterakan masyarakat. Buktikan sekarang agar warga tidak kecewa," ungkapnya penuh harap.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah perbaikan.
"Kami sudah menginstruksikan Bidang Bina Marga untuk menindaklanjuti. Langkah teknis akan segera diambil untuk menangani kerusakan," ujarnya. (KLIK-RED)