KLIK.SAMPIT – Menjelang Idulfitri 1446 Hijriah, pedagang bunga rampai di Kabupaten Kotawaringin Timur meraup keuntungan berlipat. Tingginya permintaan dari warga yang hendak berziarah ke makam keluarga membuat omzet pedagang meningkat drastis.
Dewi, salah seorang pedagang bunga rampai di Pasar Keramat, Kecamatan Baamang, mengaku pendapatannya naik dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
"Alhamdulillah, mendekati Lebaran ini bunga rampai saya laris dibeli warga yang mau berziarah ke makam keluarga," ujarnya, Sabtu (29/3).
Ia menyebut, hanya dalam setengah hari dagangannya sudah menghasilkan sekitar Rp200 ribu. Padahal, di hari biasa, omzetnya maksimal hanya Rp100 ribu per hari. Meski permintaan melonjak, Dewi memastikan tidak menaikkan harga bunga rampai.
"Harganya tetap sama, satu renteng berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000. Yang penting pelanggan banyak dan tetap kembali membeli," tambahnya.
Menurut Dewi, puncak penjualan biasanya terjadi pada H-1 Lebaran, saat umat Muslim bersiap menunaikan tradisi ziarah kubur usai Salat Idulfitri.
"Saya sudah berjualan bunga rampai sejak puluhan tahun lalu. Idulfitri selalu membawa berkah bagi kami," ungkapnya.
Sebagian besar bunga rampai yang dijualnya diperoleh dari pengepul, sementara sebagian lagi dipetik dari kebun sendiri.
"Selain mencari rezeki, saya juga ingin membantu warga yang membutuhkan bunga rampai untuk berziarah. Semoga berkah untuk kita semua," imbuhnya.
Sementara itu, Nur, salah seorang pembeli, mengaku rutin membeli bunga rampai setiap menjelang Lebaran.
"Setiap tahun kami selalu beli bunga rampai. Nanti saat Idulfitri, kami akan menaburkannya di makam keluarga," ujarnya.
Meningkatnya penjualan bunga rampai ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang musiman yang mengandalkan momen spesial seperti Lebaran untuk meraup keuntungan. (KLIK-RED)