KLIK.SAMPIT - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur menggelar Forum Diskusi Museum Kayu Sampit, Selasa (4/10). Forum diskusi ini digelar guna mewujudkan museum kayu Sampit sebagai objek wisata edukasi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim, Ellena Rosie mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bahan kajian dan penyusunan pengembangan Museum Kayu Sampit sebagai edukasi wisata.
"Ini dalam rangka mendukung program pemerintah kabupaten menjadikan Kotim sebagai tujuan wisata sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum," kata Ellena Rosie.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mencoba memetakan permasalahan dari potensi museum yang ada melalui fokus grup diskusi itu.
Ditambahkannya, selain untuk bertukar pikiran dan gagasan kreatif tentang upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan museum.
"Kegiatan ini juga mencoba untuk menghasilkan konsorsium guna menyinergikan fungsi dan tema-tema yang berbeda dari museum," jelasnya.
Dengan forum grup diskusi museum ini diharapkan, dapat menghasilkan kajian tentang pengelolaan museum dalam membangun citra museum yang mampu mengundang pengunjung dan memberi atraksi yang menarik. Serta memberi pengetahuan dan rekreasi bagi mereka sebagai pengetahuan.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Forum Gruo Diskusi, Muhammad Yusdiannur mengatakan, lima tahun belakangan ini Kotin telah menjadi sebuah rujukan wisata dari sejumlah daerah di Kalimantan Tengah. Hal ini adalah efek dari pilihan berwisata dan telah diakui dengan keindahan alamnya.
Sementara itu, menurutnya, museum di era sekarang menjadi objek yang sangat penting. Hal ini ditunjang dengan munculnya kesadaran bahwa belajar tentang sejarah tidak zamannya lagi dihafal di depan kelas. Namun dipahami dan sang pembelajar harus bersentuhan langsung dengan tinggalan masa lalu.
"Dengan cara seperti itu, sejarah bukan lagi menjadi pelajaran yang membosankan tapi berubah menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Bersentuhan langsung dengan tinggalan sejarah," katanya.
Dalam forum diskusi tersebut dihadiri juga sejumlah kepala perangkat daerah, akademisi-akademisi dari setiap perguruan tinggi di Kotim. Adapun yang menjadi narasumbernya adalah dosen Universitas Palangkaraya. (KLIK-RED)