Home Pemerintah Kotawaringin Timur Kotim Butuh 450 Dokter, Hanya 181 yang Aktif

Kotim Butuh 450 Dokter, Hanya 181 yang Aktif

  Sugianto   | Selasa , 24 Desember 2024
c0bb116709fbc968711f7a2ba6f3a5dc.jpg
Dokter dan tenaga kesehatan Indonesia. (Foto ilustrasi Microsoft Bing)

KLIK.SAMPIT – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi, mengungkapkan bahwa pemenuhan tenaga dokter di wilayah Kotim masih jauh dari target.

Menurut Umar, hingga saat ini jumlah dokter yang tersedia belum mencapai 50 persen dari kebutuhan ideal. Kondisi ini menyebabkan pelayanan kesehatan di beberapa daerah tidak maksimal.

“Kalau kita melihat data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kotim, hanya 181 dokter saja yang aktif. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kotim, tentu jumlah dokter ini tidak mampu mengakomodasi seluruh masyarakat yang ada,” kata Umar, Selasa (24/12).

Dia menjelaskan bahwa jumlah penduduk di Kabupaten Kotim mencapai sekitar 450 ribu jiwa. Jika angka tersebut dibagi dengan 181 dokter yang ada, maka hanya 0,4 dokter yang tersedia untuk setiap 1.000 penduduk. Seharusnya, dengan jumlah penduduk tersebut, Kotim membutuhkan 450 dokter untuk memenuhi standar ideal.

Kurangnya tenaga dokter berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat. Beberapa Puskesmas, terutama di daerah pelosok, mengalami kesulitan mendapatkan tenaga dokter yang memadai.

“Contohnya Puskesmas Tumbang Penyahuan dan Antang Kalang yang tidak memiliki tenaga dokter. Hal ini menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi tidak optimal, dan masyarakat harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis,” ucapnya.

Untuk menutupi kekurangan tenaga dokter tersebut, Umar meminta dokter-dokter yang berada di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk membantu faskes yang mengalami kekosongan dokter.

Meskipun sudah ada upaya perekrutan tenaga dokter melalui CPNS maupun PPPK, kebutuhan dokter masih belum terpenuhi. Selain itu, minat dokter untuk mengabdi di daerah terpencil dan sangat terpencil juga sangat rendah.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami akan terus berupaya mencari solusi terbaik agar semua warga Kotim mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” tandasnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami