KLIK.SAMPIT – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7) pukul 06.24 WIB. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) H Asan Sampit memastikan guncangan tersebut tidak berdampak pada wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) maupun Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Untuk wilayah Kotim dan Kalteng tidak terdampak,” kata Prakirawan BMKG H Asan Sampit Nadine Ayasha, saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, episenter gempa berada pada koordinat 52,51° LU dan 160,26° BT dengan kedalaman sekitar 18 kilometer. Gempa ini terjadi akibat mekanisme tektonik lempeng subduksi di Palung Kurile-Kamchatka.
“Gempa ini terjadi di pesisir timur Rusia (Kamchatka) karena aktivitas subduksi Palung Kurile-Kamchatka. Termasuk kategori gempa dangkal,” ujarnya.
BMKG juga menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia timur, seperti Kepulauan Talaud, Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Raja Ampat, Biak Numfor, Supiori, Sorong Utara, Jayapura, dan Sarmi, diberi status waspada tsunami karena potensi gelombang kurang dari 0,5 meter. Namun, Kotim dan wilayah Kalimantan lainnya tidak masuk dalam daftar tersebut.
“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan infrastruktur maupun dampak guncangan di Indonesia. Masyarakat diimbau tetap waspada kemungkinan gempa susulan, meski tidak berdampak ke Kalteng,” tambahnya.
BMKG menegaskan agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan panik, tetap tenang, dan selalu perbarui informasi melalui aplikasi Info BMKG,” tandas Nadine. (KLIK-RED)