Home Peristiwa Air Sering Mati, Warga Samuda Geram dan Tagih Langkah Konkret Pemerintah

Air Sering Mati, Warga Samuda Geram dan Tagih Langkah Konkret Pemerintah

  Sugianto   | Rabu , 03 September 2025
36719ca9c047955664b4dcd7c507c728.jpg
Pembagian air bersih di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

KLIK.SAMPIT – Warga Kecamatan Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali dibuat resah lantaran aliran air bersih sering macet. Bahkan, suplai ke rumah-rumah warga ada yang terhenti hingga berminggu-minggu, terutama di kawasan Bagandung, Kelurahan Samuda Kota.

Keluhan ini bukan kali pertama. Hampir setiap bulan, masyarakat mengaku dipusingkan persoalan serupa. Kebutuhan sehari-hari terganggu, sementara kepastian kapan air bisa normal tak pernah jelas.

“Kalau ada kerusakan, di daerah lain paling lama dua sampai tiga hari sudah hidup lagi. Tapi di Bagandung bisa sampai lima atau enam hari. Padahal jaraknya cuma sekitar satu kilometer dari pasar Samuda,” keluh Kim, warga setempat, Rabu (3/9).

Menurut penjelasan PDAM Samuda, persoalan utama ada di kapasitas mesin pompa yang masih kecil. Mesin di Bagendang dan Desa Rambang tak mampu mengalirkan air ke seluruh jalur pipa. Akibatnya, wilayah pesisir Samuda kerap terlambat mendapatkan suplai.

Kondisi makin runyam setelah pemerintah meminta PDAM membagi pasokan ke penampungan di Desa Seijum Raya. Dengan mesin terbatas, aliran ke Samuda otomatis berkurang.

“Sudah diajukan untuk penambahan mesin, tapi belum terealisasi. Jadi masyarakat taunya air mati, komplainnya ke kami,” jelas Budi, pimpinan PDAM Samuda.

Masalah lain yang memperburuk situasi adalah listrik drop di Bagendang maupun Rambang. Saat tegangan turun, mesin pompa ikut melemah sehingga distribusi air kembali tersendat.

Warga berharap ada solusi nyata, mulai dari penambahan kapasitas mesin, perbaikan pipa bocor, hingga jaminan pasokan listrik stabil.

“Harapannya ada perhatian serius, supaya pelayanan air bersih di Samuda benar-benar membaik,” tandas Kim.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Rinie Anderson, mendorong masyarakat untuk melapor secara resmi.

“Silakan warga bersurat ke DPRD agar keluhan tercatat. Itu penting supaya kami punya dasar kuat memanggil PDAM maupun pemerintah daerah. Kalau hanya lisan, sering tidak terdokumentasi,” tegasnya.

DPRD menegaskan siap memperjuangkan aspirasi warga, terlebih untuk kebutuhan pokok seperti air bersih.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami