KLIK.SAMPIT – Sekitar 20 hingga 25 persen pelanggan PDAM Tirta Mentaya tercatat masih menunggak pembayaran tagihan air. Kondisi ini menjadi perhatian serius Direktur baru PDAM Tirta Mentaya Kotawaringin Timur (Kotim) Ismanadi, yang berkomitmen menertibkan sistem pembayaran pelanggan agar lebih disiplin.
“Informasi yang saya terima, sekitar 20–25 persen pelanggan menunggak, sebagian besar selama satu hingga dua bulan. Ini tergolong ringan, tapi kalau dibiarkan bisa menumpuk,” kata Ismanadi, Senin (13/10).
Menurutnya, persoalan tunggakan pembayaran merupakan salah satu fokus utama dalam tiga bulan pertama masa kepemimpinannya. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan dan kelancaran operasional PDAM yang kini berstatus Perumda.
“Karena sekarang setelah menjadi Perumda, orientasi PDAM juga mengarah pada profit. Jadi kami akan menertibkan pelanggan yang terlambat membayar,” tegasnya.
Ismanadi menambahkan, pihaknya tidak ingin langsung menerapkan kebijakan pemutusan sambungan air. Sebaliknya, pendekatan persuasif akan diutamakan agar pelanggan kembali tertib membayar tagihan.
“Kami akan maintain supaya pelanggan kembali normal dalam membayar tagihan, tanpa harus sampai pada pemutusan,” ujarnya.
Selain fokus pada penertiban pembayaran, PDAM Tirta Mentaya juga menyiapkan divisi pemasaran khusus untuk menambah jumlah pelanggan baru. Namun, langkah itu akan diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi dan distribusi air agar pelayanan tetap optimal.
“Kalau pelanggan bertambah tapi distribusinya lambat, justru menimbulkan masalah baru. Jadi semuanya harus seimbang,” jelasnya.
Terkait wilayah yang kerap mengalami kekurangan pasokan air bersih, seperti Pulau Hanaut, Ismanadi menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam. Daerah tersebut kerap terdampak intrusi air laut saat musim kemarau, sehingga menghambat produksi air bersih.
“Biasanya setiap tahun Pulau Hanaut mengalami kekeringan dan air laut masuk, sehingga tidak bisa kami proses. Kami akan bahas dan cari mitigasinya ke depan,” ujarnya.
Ke depan, PDAM juga akan memperluas jaringan layanan ke beberapa kawasan permukiman baru, khususnya di Kota Sampit, Baamang, dan Ketapang, agar kapasitas distribusi semakin merata.
“Fokus utama tetap di wilayah dengan jumlah pelanggan besar. Kami ingin pelayanan air bersih semakin stabil dan merata,” tandasnya.(KLIK-RED)