Home Peristiwa BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Kotim, Angin Kencang dan Hujan Lebat Masih Mengintai Dua Hari ke Depan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Kotim, Angin Kencang dan Hujan Lebat Masih Mengintai Dua Hari ke Depan

  Sugianto   | Jumat , 07 November 2025
670fa26a16c44d8d9db7d8ccfa87cea8.jpg
Pengguna jalan ke luar mobil karena pohon tumbang di jalan akibat angin kencang di Cempaga, Kamis (6/11).

KLIK.SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga dua hari ke depan. Kondisi atmosfer yang labil serta adanya pengaruh fenomena global menjadi salah satu pemicunya.

Prakirawan BMKG Stasiun Haji Asan Sampit Rizaldo Raditya P, mengatakan angin kencang yang terjadi pada Kamis (6/11) siang bukan merupakan kejadian tunggal. Aktivitas atmosfer saat ini menunjukkan pola yang fluktuatif dan cukup agresif.

“Masih terdapat potensi cuaca buruk hingga tiga hari ke depan karena fenomena global yang sedang aktif. Ini memicu hujan disertai angin kencang di wilayah Kotim,” ujar Rizaldo, Jumat (7/11).


Peristiwa pada Kamis siang tersebut tercatat berdampak pada sejumlah wilayah di bagian selatan Kotim. Berdasarkan citra radar cuaca, awan hujan terpantau bergerak dari barat daya menuju timur laut dan menyebabkan hujan merata di beberapa kecamatan. BMKG mencatat kecepatan angin mencapai 28 knot atau sekitar 58 kilometer per jam, cukup kuat untuk menumbangkan pohon, merusak atap rumah, hingga mengganggu aktivitas transportasi.

Rizaldo menjelaskan, wilayah Kotim saat ini telah memasuki musim hujan. Namun, faktor global seperti peningkatan suhu muka laut dan dinamika tekanan udara membuat intensitas cuaca menjadi lebih ekstrem dari biasanya.

“Potensi hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang masih cukup tinggi. Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada,” katanya.


BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk:

Menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang,

 

Memangkas pohon yang lapuk di sekitar rumah,

 

Memastikan saluran air tidak tersumbat untuk mencegah banjir mendadak,

 

Tidak menyepelekan peringatan dini cuaca dari BMKG.

 

“Silakan terus memantau informasi resmi dari BMKG. Keselamatan harus diutamakan,” tambah Rizaldo.


Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan terus melakukan langkah mitigasi, termasuk penanganan titik rawan banjir dan pohon berisiko tumbang. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami