KLIK.SAMPIT – Kondisi Terminal Patih Rumbih di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sangat memprihatinkan. Jalan rusak, kubangan air menganga, dan ruang tunggu yang tidak layak membuat terminal utama ini jauh dari kata nyaman.
"Kalau dilihat, kondisi terminal ini sangat kumuh. Apalagi kalau hujan, kubangan muncul di mana-mana," keluh Wati, salah seorang pengguna jasa angkutan, Kamis (10/7).
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kubangan air tersebar di berbagai titik dalam area terminal. Jalan dalam terminal tampak rusak berat, permukaannya tidak rata dan licin, sehingga membahayakan kendaraan dan penumpang yang melintas.
Wati yang kerap melakukan perjalanan ke Pangkalan Bun dan Palangka Raya mengatakan, kenyamanan menjadi keluhan utama. Ia menyayangkan kondisi terminal yang minim fasilitas dan tidak terawat.
"Selain jalannya penuh kubangan, ruang tunggunya juga minim dan tidak layak. Padahal tempat ini setiap hari digunakan masyarakat," ujarnya.
Menurut Wati, kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera melakukan perbaikan menyeluruh.
"Kalau bisa diperbaiki, ya tolong cepat. Masa terminal utama di Sampit keadaannya begini? Kubangan di mana-mana," tambahnya dengan nada kecewa.
Menanggapi keluhan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah, mengakui bahwa Terminal Patih Rumbih memang membutuhkan perbaikan besar-besaran.
"Berdasarkan keluhan masyarakat, beberapa minggu lalu kami sudah turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi terminal," ujarnya.
Raihansyah menyebut, kerusakan utama berada di halaman terminal yang beraspal. Menurut kajian, perbaikannya memerlukan aspal yang tebal dan harus dibarengi dengan pembenahan sistem drainase agar tidak mudah rusak kembali.
"Saat ini kami sedang menghitung total kebutuhan anggarannya untuk diusulkan. Perbaikannya tidak bisa dilakukan setengah-setengah," tegasnya.
Pemerintah daerah diharapkan segera merealisasikan perbaikan terminal ini agar masyarakat mendapatkan fasilitas transportasi yang layak dan aman. (KLIK-RED)