KLIK.SAMPIT – Sebuah insiden penggerebekan yang terjadi di Perumahan Wengga Happy, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), viral di media sosial. Seorang pemuda bernama Kevin Putra Pratama mengaku rumahnya didobrak oleh sekelompok pria yang diduga petugas keamanan perumahan karena disangka membawa pacar ke rumah. Faktanya, perempuan yang dimaksud adalah adik kandungnya sendiri.
Peristiwa itu terjadi,Senin dini hari (15/7) dan terekam dalam video yang kini beredar luas. Dalam video tersebut, tampak sekelompok pria datang bergerombol dan langsung mendobrak pintu rumah Kevin tanpa mengetuk maupun didampingi RT setempat.
“Saya baru pulang dari nonton festival bersama adik saya. Adik saya lebih dulu pulang dan sudah tidur saat saya tiba. Waktu saya di WC, saya dengar suara ramai di luar, ternyata mereka langsung dobrak pintu,” ungkap Kevin, Kamis (17/7).
Setelah masuk, para pria tersebut menuduh Kevin membawa perempuan dan melakukan tindakan tidak senonoh. Kevin lantas menjelaskan bahwa perempuan yang mereka maksud adalah adik kandungnya. Namun, para pelaku tetap bersikeras meminta bukti.
“Mereka minta bukti, saya ambil Kartu Keluarga (KK), tapi langsung dirampas. Bahkan saya dicekik dan ditarik ke halaman,” tambah Kevin.
Kejadian itu sontak membuat adik perempuan Kevin mengalami trauma berat. Sang ayah, Rudiyanto, menyatakan bahwa anaknya tidak berani ke sekolah hingga saat ini.
“Anak saya ketakutan, sakit, dan belum bisa masuk sekolah sampai hari ini. Ini benar-benar keterlaluan,” keluh Rudiyanto.
Kevin menyebut bahwa kelompok yang melakukan penggerebekan berjumlah sekitar delapan orang dan tidak melibatkan Ketua RT setempat.
“Tidak ada RT saat itu. Mereka datang semaunya. Ini bukan prosedur yang benar, apalagi mereka mengaku sebagai petugas keamanan perumahan,” tegasnya.
Korban dan keluarganya telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian dan juga ke Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim. Mereka berharap pelaku diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku.
“Kami sudah buat laporan ke polisi dan DAD Kotim. Kami minta keadilan, baik secara hukum negara maupun adat. Ini menyangkut harga diri dan trauma keluarga,” ujar Kevin.
Kapolsek Baamang Iptu M. Romadhon, membenarkan adanya laporan dari pihak korban. "Kami sudah terima laporan ini dan sedang kami dalami,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala Sekretariat DAD Kotim Saparudin, juga membenarkan pihaknya telah menerima laporan resmi dari keluarga korban.
"Kami akan pelajari dan dalam waktu dekat akan memanggil kedua belah pihak untuk mediasi atau tindak lanjut sesuai adat," tandasnya. (KLIK-RED)