Home Berita Metropolis Dari Koleksi Kayu hingga Mobil Tjilik Riwut, Museum Kayu Sampit Siap Hadir Lebih Interaktif

Dari Koleksi Kayu hingga Mobil Tjilik Riwut, Museum Kayu Sampit Siap Hadir Lebih Interaktif

  Redaksi   | Rabu , 22 Oktober 2025
474e7c29589121cdbf4c844006ae9ce5.jpg
Museum Kayu Sampit di Jalan S Parman Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.

KLIK.SAMPIT – Museum Kayu Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tengah bersiap menata ulang koleksi dan tata ruangnya. Upaya ini dilakukan agar museum yang menjadi saksi sejarah kejayaan industri perkayuan itu tampil lebih menarik dan interaktif bagi pengunjung.

Museum yang berdiri sejak 1990-an ini memiliki sekitar 400 koleksi bersejarah, mulai dari berbagai jenis kayu khas Kalimantan, alat pengolahan kayu tempo dulu, hingga benda-benda yang mencerminkan peradaban masyarakat Kotawaringin Timur. Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik utama adalah prototipe mobil milik Bupati pertama Kotim, Tjilik Riwut, serta tulang ikan paus yang pernah terdampar di Pantai Ujung Pandaran.

“Setiap benda di sini menyimpan kisah tentang perjalanan daerah ini. Kami ingin kisah itu bisa tersampaikan ke generasi muda dengan cara yang lebih modern,” kata  Kepala UPTD Museum Kayu Sampit Dwi Astuti Wardani, Senin (21/10).

Menurutnya, penataan ulang tidak hanya mencakup tampilan fisik ruangan, tetapi juga pemanfaatan teknologi digital agar museum dapat diakses secara daring. Dengan begitu, masyarakat dari luar daerah pun bisa menikmati koleksi museum tanpa harus datang langsung ke Sampit.

“Kami berencana membuat tampilan digital interaktif untuk beberapa koleksi unggulan. Jadi, pengunjung bisa memindai kode QR untuk mengetahui sejarah dan makna di balik setiap benda,” jelas Dwi.

Upaya modernisasi ini menjadi bagian dari langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal. Melalui pendekatan digital, museum diharapkan tidak lagi dianggap sebagai tempat yang kuno dan sepi, melainkan destinasi edukasi yang hidup dan relevan dengan zaman.

“Kami ingin Museum Kayu bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang menarik dan menginspirasi,” tambahnya.

Meski terkendala anggaran untuk menambah koleksi baru, semangat pengelola tetap tinggi. Mereka optimistis, dengan sentuhan kreativitas dan teknologi, Museum Kayu Sampit akan menjadi ikon wisata edukasi baru di Kotawaringin Timur. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami