KLIK.SAMPIT – Sejumlah jembatan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi sorotan Anggota DPRD Kotim Zainudin. Kondisinya dinilai perlu mendapat perhatian karena beberapa jembatan menjadi akses penting bagi warga serta siswa dan guru.
Salah satu yang disoroti merupakan jembatan penghubung menuju SMA Negeri 1 Samuda. Jembatan tersebut disebut sudah cukup lama dan menjadi jalur vital bagi aktivitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Ini jalan yang sangat vital bagi siswa dan guru. Ini jembatan penghubung ke SMA Negeri 1 Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan,” kata Zainudin, Kamis (8/10).
Anggota DPRD Kotim dari Dapil Kotim 3 tersebut menyampaikan persoalan itu saat melaksanakan reses. Menurutnya, kondisi jembatan rusak tidak hanya ditemukan pada satu titik di MHS.
Di kawasan Sapihan Besar, terdapat dua jembatan yang disebut membutuhkan perhatian. Salah satunya berada di Jalan Anang Acil dengan panjang sekitar 30 meter.
Jembatan lainnya berada di Jalan Muhammad Nur, yang menjadi akses perbatasan Basirih Hilir dengan Samuda Kota. Kondisi serupa juga ditemukan di kawasan Samuda Kecil, Basirih Hilir.
Zainudin menyebut jembatan di Jalan Manunggal mengalami kerusakan dengan panjang sekitar 20 hingga 30 meter. Selain itu, terdapat jembatan tembusan menuju Jalan Parto Muksin dengan panjang sekitar 30 meter.
Menurutnya, jembatan di Sapihan Besar memiliki fungsi penting bagi mobilitas warga. Jalur tersebut menjadi akses menuju Parto Muksin dan Basirih Hilir, sekaligus dilalui anak-anak untuk bersekolah.
“Yang ada di Sapihan Besar itu sangat penting keberadaannya, baik untuk akses warga menuju ke Parto Muksin, Basirih Hilir, maupun untuk akses anak yang sekolah lewat situ semua,” ujarnya.
Persoalan jembatan juga terdapat di kawasan Jaya Kelapa, Basirih Hulu. Zainudin menyebut rata-rata jembatan ulin di wilayah tersebut berada dalam kondisi rusak berat.
Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kondisi sejumlah jembatan tersebut. Namun, dengan banyaknya kebutuhan perbaikan, penanganan dinilai perlu dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
“Memang harus step by step, minimal setiap tahun ada satu jembatan yang diprioritaskan,” katanya.
Zainudin juga berharap jembatan berbahan kayu ulin yang sudah rusak dapat secara bertahap diganti dengan konstruksi beton. Menurutnya, kayu ulin memang kuat, tetapi tetap memiliki batas masa pakai.
Aspirasi mengenai perbaikan jembatan tersebut juga disampaikan masyarakat saat reses. Zainudin berharap usulan itu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah MHS. (KLIK-RED)