Home Berita Metropolis Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang: BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Kalimantan Tengah

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang: BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Kalimantan Tengah

  Redaksi   | Sabtu , 28 September 2024
7f2218236ffd4d7079458feb638da1e8.jpg
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Microsof Bing AI)

KLIK.SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat pada hari ini, (28/9). Dalam rilis terbaru yang dikeluarkan pada pukul 14:45 WIB, BMKG memperingatkan bahwa hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan melanda sejumlah daerah di provinsi ini, disertai kilat/petir dan angin kencang.

Fenomena cuaca ini berpotensi terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kabupaten Kapuas, terutama di Kapuas Timur dan Tamban Catur. Namun, dampak dari cuaca ekstrem ini diprediksi akan meluas ke berbagai daerah lainnya. Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, serta Barito Selatan dan Barito Utara termasuk dalam daftar wilayah yang perlu bersiaga.

“Berdasarkan pantauan kami, potensi hujan lebat ini bisa menjangkau Kabupaten Kotawaringin Barat, seperti Kumai, Arut Selatan, dan Kotawaringin Lama. Sementara itu, di Kabupaten Kotawaringin Timur, kawasan Kota Besi, Cempaga, dan Baamang juga perlu waspada,” ungkap Prakirawan BMKG Kalimantan Tengah dalam rilis peringatan dininya.

Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 16:30 WIB, dan masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap kemungkinan dampak buruk yang bisa ditimbulkan. Hujan yang lebat disertai angin kencang dapat berpotensi menimbulkan genangan air, longsor, serta risiko kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama yang berada di daerah rawan.

Di tengah ancaman cuaca buruk ini, penting bagi masyarakat untuk selalu memantau informasi dari BMKG dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan, terutama saat berkendara atau melakukan aktivitas di luar rumah,” tambahnya.

Dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, langkah proaktif dan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang disebabkan oleh perubahan iklim dan fenomena alam ini. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami