KLIK.SAMPIT – Musim pancaroba atau masa peralihan musim kini tengah berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Perubahan cuaca yang tidak menentu pada masa ini berpotensi melemahkan daya tahan tubuh dan memicu berbagai penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, mengatakan bahwa musim pancaroba kerap menimbulkan gangguan kesehatan, terutama jika daya tahan tubuh menurun.
“Pada saat terjadi perubahan cuaca, sistem imun tubuh harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah-ubah. Hal ini membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit, apalagi jika lingkungan sekitar kurang bersih,” ujar Umar Kaderi, Rabu (14/5).
Ia menyebutkan beberapa penyakit yang umum muncul saat pancaroba, antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, tipes, dan gangguan pencernaan lainnya.
Sebagai bentuk antisipasi, Dinas Kesehatan telah menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan di Kotim untuk memastikan ketersediaan obat-obatan serta layanan medis bagi masyarakat.
“Obat-obatan sudah kami siapkan di puskesmas. Kami juga terus berkoordinasi dengan tenaga medis dan fasilitas kesehatan agar pelayanan tetap optimal,” jelasnya.
Selain kesiapan medis, pihaknya juga aktif mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat guna meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini mencakup menjaga pola makan, berolahraga, serta menerapkan kebersihan diri dan lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus menjaga imun tubuh. Hidup bersih dan sehat sangat penting agar tubuh kuat menghadapi perubahan cuaca,” pesannya.
Umar juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala awal seperti batuk, flu, atau demam. Pemeriksaan dini sangat disarankan agar penanganan bisa segera dilakukan.
“Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala. Penanganan sejak dini bisa mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius,” ujarnya.
Dinkes Kotim akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat selama musim pancaroba ini. Evaluasi rutin dan langkah pencegahan juga akan dilakukan jika diperlukan.
“Kami siap mengambil langkah-langkah preventif tambahan bila situasi di lapangan memburuk,” pungkasnya.
Ia juga berharap masyarakat dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga rutin, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. (KLIK-RED)