Home Berita Metropolis Cuaca Ekstrem Mengancam Pasokan, Inflasi Kotim Tetap Stabil di 1,2 Persen

Cuaca Ekstrem Mengancam Pasokan, Inflasi Kotim Tetap Stabil di 1,2 Persen

  Sugianto   | Selasa , 17 Desember 2024
1693e68ecb17d13898eca368792a16b2.jpg
Penjualan sayur mayur di salah satu pasar tradisional di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Komoditas ini biasanya sangat terpengaruh dengan kondisi cuaca yang sedang terjadi.

KLIK.SAMPIT – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, menyatakan bahwa tingkat inflasi di Kotawaringin Timur (Kotim) hingga akhir tahun 2024 tetap stabil di angka 1,2 persen. Kendati demikian, potensi cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi ketersediaan pasokan bahan pokok.

"Berdasarkan penghitungan inflasi untuk mengukur perkembangan ekonomi dan harga setahun ini, inflasi di Kotim relatif stabil, yakni berada di angka 1,2 persen," kata Eddy, Selasa (17/12).

Eddy menjelaskan, meski inflasi terkendali, cuaca ekstrem yang diprediksi oleh BMKG H Asan Sampit dapat berdampak pada pasokan komoditas. Fenomena La Nina diperkirakan akan mendominasi musim penghujan hingga awal tahun 2025 dan berpotensi memengaruhi distribusi bahan pokok.

"Pasokan bahan pangan memegang peranan penting dalam pengendalian inflasi. Dengan kondisi cuaca yang ekstrem seperti ini, kita tidak bisa menduga ketersediaan stok barang di pasar," ujarnya.

Menurut Eddy, sejumlah komoditas masih menjadi penyumbang utama inflasi di Kotim, antara lain ayam ras, bawang merah dan putih, serta tarif angkutan penerbangan.

"Tarif angkutan penerbangan kerap menjadi faktor pendorong inflasi dalam beberapa tahun terakhir, terutama menjelang arus mudik Natal dan Tahun Baru," tambahnya.

Sementara itu, Pj Sekda Kotim, Sanggul Lumban Gaol, memastikan bahwa stok bahan pokok di Kotim aman hingga Januari 2025. Namun, ia mengakui daya beli masyarakat yang rendah turut berkontribusi pada stabilnya angka inflasi.

"Dari hasil rapat bersama, inflasi kita di akhir tahun ini terjaga dengan baik. Stok bahan pokok hingga awal tahun depan aman, dan ini harus terus kita pantau," jelasnya.

Dalam menghadapi cuaca ekstrem dan tingginya aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasar.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan pemerintah daerah akan terus memastikan pasokan pangan aman," pungkas Sanggul. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami