Home Peristiwa Kemarau Basah di Kotim, Sejumlah Tanaman Terancam Gagal Panen

Kemarau Basah di Kotim, Sejumlah Tanaman Terancam Gagal Panen

  Sugianto   | Sabtu , 31 Mei 2025
7e58a4db35b781111533658310c76219.jpg
Ilustrasi kemarau basah. (Dibuat dengan kecerdasan buatan)

KLIK.SAMPIT – Meski telah memasuki musim kemarau, sebagian wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, masih diguyur curah hujan tinggi. Kondisi ini menandai fenomena kemarau basah, yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, terutama pada sektor pertanian.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim, Mulyono Leo Nardo, mengatakan bahwa musim kemarau tahun ini mulai berlangsung secara bertahap sejak Maret hingga Mei 2025 dan diperkirakan bertahan hingga akhir Agustus.

"Secara umum, musim kemarau yang seharusnya kering dan panas justru disertai curah hujan tinggi. Ini yang disebut kemarau basah, di mana udara tetap panas, namun kelembapan meningkat karena intensitas hujan yang cukup tinggi," ujar Mulyono, Sabtu (31/5).

Ia menjelaskan, kemarau basah dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akibat luapan sungai maupun drainase yang tidak mampu menampung debit air.

Selain itu, sektor pertanian turut terdampak signifikan. Curah hujan yang tidak menentu mempersulit petani dalam menentukan waktu tanam dan panen, serta meningkatkan risiko gagal panen.

“Beberapa jenis tanaman tidak bisa tumbuh optimal dalam kondisi tanah yang terlalu lembap. Selain itu, lingkungan lembap mempercepat berkembangnya hama seperti jamur dan ulat yang merusak tanaman,” ungkapnya.

Mulyono juga menyarankan pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera mengambil langkah antisipasi, seperti:

-Memperkuat sistem drainase untuk mencegah banjir

-Menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca,

- Menjaga kesehatan tubuh dan asupan cairan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dengan terus memantau informasi cuaca terkini dan mengantisipasi perubahan kondisi iklim yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (KLIK-RED)
 

Baca Juga

Ikuti Kami