KLIK.SAMPIT – Fenomena langit istimewa bakal terjadi malam ini. Gerhana Bulan Total (GBT) akan memanjakan mata warga Kalimantan Tengah, Minggu malam (7/9) hingga Senin (8/9) dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, fase gerhana bulan akan berlangsung dengan durasi total 1 jam 22 menit 6 detik. Sementara keseluruhan rangkaian gerhana, mulai awal hingga berakhir, akan memakan waktu 5 jam 26 menit 39 detik.
Adapun fase parsialitas, yakni sejak gerhana sebagian dimulai hingga berakhir, terjadi selama 3 jam 29 menit 24 detik.
“Gerhana Bulan Total (GBT) sering disebut blood moon atau bulan merah darah. Fenomena ini terjadi karena Bulan masuk dalam bayangan Bumi. Namun, Bulan tidak akan gelap sepenuhnya karena atmosfer Bumi membiaskan cahaya Matahari. Hanya cahaya merah yang diteruskan, sementara cahaya biru dihamburkan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Seluruh wilayah Kalteng berpeluang menyaksikan fenomena ini, mulai Palangka Raya, Sampit, Pangkalan Bun, Muara Teweh, Kuala Kapuas, hingga Tamiang Layang, dengan syarat langit cerah dari awan.
Penumbra mulai: 22.26
Sebagian mulai: 23.26
Total mulai: 00.30 (8/9)
Puncak gerhana: 01.11
Total berakhir: 01.53
Sebagian berakhir: 02.56
Penumbra berakhir: 03.56
BMKG menyebut, perbedaan hanya terlihat dari ketinggian Bulan. Di Palangka Raya puncaknya berada di 61 derajat, di Sampit 62 derajat, dan di Muara Teweh mencapai 69 derajat.
Tak seperti gerhana matahari, GBT aman ditatap dengan mata telanjang. Warga tidak memerlukan kacamata khusus. Kamera ponsel pun bisa digunakan untuk mengabadikan momen langka ini.
BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi terbuka, jauh dari pepohonan dan gedung tinggi. “Fenomena ini aman disaksikan langsung. Tinggal berharap cuaca cerah,” tulis BMKG.
Momen ini sayang dilewatkan, karena butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa kembali menyaksikannya. Malam ini, langit Kalteng akan menjadi panggung kosmik, dengan Bulan sebagai pemeran utama.(KLIK-RED)