Home Peristiwa BMKG: 10–18 Juli, Warga Pesisir Kalteng Diminta Waspada Banjir Rob

BMKG: 10–18 Juli, Warga Pesisir Kalteng Diminta Waspada Banjir Rob

  Redaksi   | Rabu , 09 Juli 2025
290d2d032deb2d8036bc5cc692135dc3.jpg
Kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menjadi salah satu wilayah rawan terdampak banjir rob.

KLIK.JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di wilayah pesisir Kalimantan Tengah untuk waspada terhadap potensi banjir rob. Peringatan ini berlaku mulai 10 hingga 18 Juli 2025, menyusul fenomena Bulan Purnama yang memicu pasang maksimum air laut.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG Dr Eko Prasetyo, MT, menjelaskan bahwa kenaikan permukaan air laut akibat fase bulan purnama bisa berdampak serius terhadap wilayah pesisir, termasuk mengganggu aktivitas masyarakat seperti pelabuhan, pemukiman, tambak garam, dan perikanan darat.

“Pasang maksimum berpotensi menyebabkan banjir pesisir atau rob. Kami minta masyarakat di pesisir, khususnya di Kalimantan Tengah, untuk siaga dan memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim,” kata Eko dalam rilis resminya, Kamis (3/7).

Wilayah pesisir di Kalimantan Tengah yang perlu mewaspadai banjir rob antara lain Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pembuang, dan pesisir Sampit. Berdasarkan pemantauan data pasang surut dan level air laut, keempat daerah tersebut berisiko mengalami genangan air laut yang bisa mengganggu aktivitas harian warga.

BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi terkini melalui situs resmi maritim.bmkg.go.id, akun media sosial @BMKGmaritim, atau menghubungi call center 021-6546315/18 dan 196.

“Kami terus memantau kondisi maritim. Warga di daerah pesisir diharapkan tetap tenang, tetapi siaga terhadap potensi dampak dari rob ini,” pungkasnya.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami