KLIK.SAMPIT – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit menepis kabar yang menyebut fenomena Aphelion sebagai penyebab suhu udara menjadi lebih dingin. BMKG menegaskan informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Rizaldo Raditya menjelaskan bahwa fenomena Aphelion adalah kondisi ketika posisi Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya. Tahun ini, Aphelion terjadi pada awal Juli. Namun, fenomena ini tidak berdampak signifikan terhadap suhu harian di permukaan Bumi.
"Memang benar saat Aphelion jarak Bumi sedikit lebih jauh dari Matahari, tapi perbedaan jaraknya sangat kecil. Tidak cukup kuat memengaruhi suhu udara secara drastis," jelas Rizaldo, Senin (7/7).
Ia menambahkan bahwa penurunan suhu yang dirasakan masyarakat saat ini lebih disebabkan oleh faktor cuaca lokal, seperti tutupan awan, kecepatan angin, dan curah hujan. Aphelion sendiri berlangsung dalam waktu singkat dan tidak berpengaruh terhadap pembentukan cuaca.
"Jadi, suhu dingin yang dirasakan belakangan ini bukan akibat dari Aphelion. Masyarakat perlu memahami bahwa fenomena ini tidak berkaitan langsung dengan gangguan kesehatan atau perubahan suhu ekstrem," tegasnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi. Terlebih, belakangan ini marak beredar pesan berantai di media sosial yang menyebut Aphelion bisa menyebabkan suhu dingin ekstrem, hingga dikaitkan dengan gangguan kesehatan seperti flu, batuk, dan sesak napas.
"Saya sempat menerima pesan di sebuah grup WhatsApp soal Aphelion bikin tubuh jadi meriang dan suhu Bumi turun drastis. Awalnya kaget dan khawatir, tapi sekarang jadi lebih paham," ujar Nanang, warga Sampit.
BMKG meminta masyarakat tetap tenang, bijak dalam menyaring informasi, dan merujuk pada sumber terpercaya dalam memahami fenomena alam.
"Kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," pungkas Rizaldo. (KLIK-RED)