KLIK.SAMPIT – Malam ini langit Sampit dihiasi fenomena supermoon bulan purnama yang berada sangat dekat dengan Bumi sehingga tampak lebih besar dan terang dari biasanya. Fenomena ini tidak hanya memukau mata warga, tetapi juga memunculkan kewaspadaan akan potensi banjir rob di kawasan pesisir.
Berdasarkan peringatan resmi dari BMKG, fenomena supermoon pada 6–7 Oktober 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Akibatnya, wilayah-wilayah pesisir rentan mengalami pasang laut luar biasa atau rob.
Menurut BMKG, fenomena semacam ini bisa berdampak pada gangguan aktivitas pelabuhan, bongkar muat, hingga terendamnya pemukiman pesisir. Oleh sebab itu, masyarakat pesisir diimbau selalu memantau informasi tide (pasang surut) dan peringatan cuaca maritim.
Sementara itu di Sampit, kondisi langit cerah memudahkan warga menyaksikan sang bulan. Sejak sekitar pukul 18.00 WIB, warga sudah ramai memotret dan mengabadikan bulan besar di cakrawala. Meski demikian, keindahan malam itu disertai catatan penting: alam juga punya konsekuensi.
Sebelumnya BMKG juga mengingatkan agar di malam-malam mendatang, terutama hingga pertengahan Oktober, warga pesisir tetap waspada terhadap gelombang tinggi dan pasang laut ekstrem.
Fenomena supermoon bukan sekadar atraksi indah ia juga mengingatkan kita betapa eratnya hubungan antara langit, bumi, dan kehidupan manusia di garis pesisir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir, khususnya Ujung Pandaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada awal Oktober 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan peringatan ini dikeluarkan menyusul informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena fase Perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi yang bertepatan dengan bulan purnama pada 7 Oktober 2025. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga dapat memicu banjir pesisir (rob).
“Untuk Kotim, wilayah pesisir Ujung Pandaran perlu mewaspadai dampak pasang maksimum air laut ini. Aktivitas masyarakat di sekitar pantai, termasuk nelayan dan warga pesisir, diharapkan lebih berhati-hati,” ujar Multazam, Selasa (30/9). (KLIK-RED)