KLIK.SAMPIT – Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak kunjung surut. Hingga akhir September 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya 9 kecamatan dan 24 desa masih tergenang air.
Kepala BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bencana ini telah berlangsung lebih dari sebulan dan ditetapkan berstatus Siaga Darurat sejak 12 September hingga 29 Oktober 2025.
"Kondisi ini membuat ribuan warga terdampak, sementara akses menuju sejumlah fasilitas vital ikut lumpuh," kata Multazam, Senin (29/9).
Adapun wilayah terdampak banjir meliputi:
Cempaga Hulu: Desa Sungai Ubar Mandiri
Parenggean: Desa Beringin Tunggal Jaya, Bajarau, Barunang Miri
Antang Kalang: Desa Sungai Hanya
Telaga Antang: Desa Tumbang Sangai, Beringin Agung, Agung Mulya, Tanjung Harapan
Bukit Santuai: Desa Lunuk Bagantung, Teweh Hara, Tumbang Sapia, Tumbang Penyahuan, Tumbang Tilap, Tumbang Kaminting
Tualan Hulu: Desa Tumbang Mujam, Desa Merah
Mentaya Hulu: Kelurahan Kuala Kuayan, Desa Bawan, Desa Tanjung Jariangau
Mentaya Hilir Selatan: Desa Handil Sohor, Desa Basirih Hilir, Kelurahan Samuda Kota
Kota Besi: Desa Hanjalipan
Menurut Multazam, dampak banjir sudah mengganggu aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan. “SDN 1 Hanjalipan sudah 10 hari tidak bisa beraktivitas normal karena jalan dan halaman sekolah terendam. Hal serupa juga dialami SMAN 1 Samuda, meski kegiatan belajar tetap berjalan, halaman sekolah masih digenangi air,” jelasnya.
Selain itu, akses menuju Puskesmas Tualan Hulu sempat terputus selama tiga hari akibat jalan poros Desa Merah terendam banjir.
Multazam mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar genangan. “Jangan memaksakan diri melewati jalan yang terendam karena berbahaya. Warga juga harus menjaga kesehatan dengan menggunakan air bersih dan memperhatikan kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit,” tandasnya.