KLIK.SAMPIT – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025 resmi dimulai di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (14/7). SD Negeri 6 Mentawa Baru Hulu Sampit menjadi salah satu sekolah yang aktif menyambut peserta didik baru dengan pendekatan ramah anak dan penuh keceriaan.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Achmad Yani, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu menggelar MPLS selama 12 hari dengan pelaksanaan lima hari dalam sepekan. Pada lima hari pertama, kegiatan difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah serta guru-guru pengajar.
“Untuk lima hari pertama, MPLS kami laksanakan dengan pendekatan ramah anak. Siswa akan dikenalkan dengan lingkungan sekolah dan para guru. Kemudian pada lima hari berikutnya, fokusnya adalah pembentukan karakter serta penguatan pondasi belajar setelah masa transisi dari TK ke SD,” ujar Kepala SDN 6 Sampit Kirno.
Suasana hari pertama sekolah pun tampak hangat. Para guru menyambut siswa baru dengan ramah, mengajak mereka bermain, serta memberikan pendampingan agar siswa merasa nyaman. Sejumlah orang tua juga masih mendampingi anak-anak mereka sebagai bagian dari proses adaptasi.
Kirno menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian penting dari proses membangun semangat dan karakter siswa sejak dini.
“Harapan kami, MPLS ini menjadi awal yang baik bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami cara belajar, dan menjalin interaksi yang sehat dengan teman-teman barunya,” tambahnya.
Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Pelaksanaan MPLS ramah anak telah diatur dalam Surat Edaran Menteri Nomor 10 Tahun 2025.
Tujuan utama MPLS ramah adalah menciptakan hari pertama sekolah yang menyenangkan, inklusif, serta membangun karakter positif peserta didik.
“Walaupun suasana TK dan SD berbeda, masa transisi ini kami harapkan dapat membantu siswa membentuk pondasi yang kuat dalam mengikuti pembelajaran di jenjang sekolah dasar,” jelas Kirno.
Salah satu orang tua siswa, Ayu, mengapresiasi pendekatan yang dilakukan sekolah. Ia berharap MPLS menjadi awal yang baik bagi anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran baru.
“Harapan saya, semoga anak-anak bisa lebih cepat menyesuaikan diri dan mengikuti pelajaran dengan baik di sekolah ini,” ujarnya. (KLIK-RED)