Home Berita Metropolis Antisipasi Gejolak Demo, Pemkab Kotim Liburkan Empat Sekolah

Antisipasi Gejolak Demo, Pemkab Kotim Liburkan Empat Sekolah

  Sugianto   | Minggu , 31 Agustus 2025
f1e22a4702aec894581b5ac5e6ba5ed3.jpg
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah.

KLIK.SAMPIT – Demi menjaga keamanan dan keselamatan pelajar, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah antisipatif menghadapi rencana aksi solidaritas dari Aliansi Rakyat Kotim Bersatu di depan Gedung DPRD Kotim, Senin (1/9). Empat sekolah di sekitar lokasi aksi diputuskan untuk diliburkan.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat Dinas Pendidikan Kotim yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan, M Irfansyah. Empat sekolah yang diliburkan yakni SDI Baiturrahim, SDN 3 Sampit, SDN 5 Sampit, dan SDN 6 Sampit.

“Sehubungan dengan adanya aksi di DPRD, maka dihimbau sekolah yang berada di sekitar lokasi agar siswanya Belajar Dari Rumah (BDR). Guru tetap bekerja di sekolah dengan memberikan tugas yang bisa dikerjakan murid di rumah masing-masing,” jelas Irfansyah, Minggu (31/8).

Menurutnya, kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan potensi terganggunya proses belajar mengajar akibat konsentrasi massa yang diperkirakan cukup besar. Selain itu, keputusan tersebut juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jika aksi berlangsung di sekitar area sekolah.

“Meski aktivitas tatap muka ditiadakan, sekolah tetap diminta menyiapkan alternatif pembelajaran dari rumah agar tidak mengganggu proses akademik,” tambahnya.

Irfansyah juga mengingatkan guru dan tenaga kependidikan di PAUD, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta di Kotim agar tidak mendekati, apalagi ikut serta dalam aksi solidaritas tersebut.

Diketahui, masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Sipil Kotim akan menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kotim pada Senin (1/9) mulai pukul 07.00 WIB. Aksi ini disebut sebagai bentuk kepedulian dan aspirasi terhadap kondisi sosial serta kebijakan pemerintah.

“Aksi ini bukan untuk membuat keributan, tapi murni menyampaikan aspirasi. Kami ingin DPRD lebih memperhatikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Ridho, salah satu panitia aksi.

Sementara itu, aparat keamanan telah menyiapkan pengamanan guna memastikan jalannya demonstrasi berlangsung damai dan kondusif. Pemerintah daerah berharap aksi besok dapat berjalan tertib tanpa mengganggu ketertiban umum maupun kegiatan masyarakat lainnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami