KLIK.SAMPIT – Semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai sudut Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Di sepanjang Jalan S. Parman, deretan bendera merah putih dan aneka pernak-pernik kemerdekaan mulai mewarnai trotoar, menandai geliat pedagang musiman yang kembali hadir menyambut Agustus.
Salah satu yang terlihat sibuk merapikan lapaknya adalah Samsudin, pedagang musiman yang sudah lebih dari lima tahun menjajakan bendera merah putih setiap menjelang 17 Agustus. Sejak pertengahan Juli lalu, ia sudah mulai membuka lapak di kawasan Taman Kota Sampit.
“Saya jual berbagai macam jenis bendera. Ada untuk rumah, kantor, umbul-umbul, backdrop, sampai bendera kecil buat motor,” ujarnya, Kamis (24/7).
Meskipun sudah hampir dua pekan berjualan, penjualan bendera dan atribut kemerdekaan tahun ini masih terbilang sepi. Menurut Samsudin, belum adanya imbauan resmi dari pemerintah daerah untuk pemasangan bendera di rumah-rumah warga dan kantor-kantor jadi salah satu faktor minimnya pembeli.
“Biasanya mulai ramai itu awal Agustus. Puncaknya seminggu sebelum tanggal 17,” ungkapnya.
Harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi, tergantung ukuran dan jenis. Bendera kecil dijual mulai Rp5 ribu, sementara bendera untuk dipasang di rumah atau kantor dibanderol mulai Rp25 ribu. Untuk backdrop besar, harganya bisa mencapai lebih dari Rp200 ribu.
Meski harus bersaing dengan banyak pedagang lain dan dibayangi kekhawatiran sepi pembeli, Samsudin tetap optimistis. Ia berharap, semarak kemerdekaan tahun ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
“Harapan saya, semoga penjualan tahun ini lebih bagus. Biar makin terasa semangat kemerdekaan di kota ini,” katanya sambil tersenyum.
Semangat para pedagang seperti Samsudin menjadi bagian kecil dari euforia menyambut Hari Kemerdekaan. Mereka bukan sekadar menjual bendera, tetapi juga menyalakan kembali semangat nasionalisme di tengah masyarakat. (KLIK-RED)