Home Peristiwa Hiii! Buaya Nongol di Sungai Hanjalipan, Anak-Anak Dilarang Main Dekat Air

Hiii! Buaya Nongol di Sungai Hanjalipan, Anak-Anak Dilarang Main Dekat Air

  Sugianto   | Kamis , 07 Agustus 2025
777011656a24c0169dbfb71b8b1ebb0e.jpg
Buaya yang muncul di perairan sekitar Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, baru - baru ini.

KLIK.SAMPIT – Warga Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, digegerkan kemunculan seekor buaya di sungai setempat. Kejadian itu sontak membuat warga panik, terutama para nelayan dan anak-anak yang biasa bermain di bantaran sungai.

Warga setempat, Lilis, membenarkan adanya kemunculan buaya tersebut. Ia mengatakan, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi.

“Memang sudah sering di daerah itu muncul buaya. Beberapa waktu lalu juga pernah terlihat, tapi hanya beberapa menit sebelum menghilang lagi,” ujarnya, Rabu (6/8).

Berdasarkan video yang beredar, buaya terlihat mengapung di permukaan air sambil menggoyangkan ekornya. Kehadiran predator ini membuat warga khawatir, apalagi sungai menjadi sumber kegiatan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan menangkap ikan.

“Kami sangat khawatir, apalagi anak-anak sering bermain di pinggir sungai,” tambah Lilis.

Sementara itu, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kemunculan buaya di Desa Hanjalipan.

“Kalau di Hanjalipan belum pernah dilaporkan. Tapi di Desa Bajarum, dua tahun lalu pernah ada laporan kemunculan buaya,” jelasnya.

Meski aliran sungai Hanjalipan terhubung ke Bajarum, Muriansyah meyakini buaya yang muncul kemungkinan berbeda.
“Buaya biasanya memiliki areal teritorial atau wilayah kekuasaan. Menurut saya, ini buaya yang berbeda,” katanya.

Sebagai catatan, kasus serangan buaya terbaru terjadi di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Senin (21/7) lalu. Korbannya, Nursehan (62), mengalami luka serius di bagian tangan dan harus dirawat di rumah sakit.

BKSDA mengimbau warga agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari.
“Kami minta warga tidak memelihara ternak seperti ayam, itik, babi, atau kambing di atas atau di tepi sungai, serta tidak membuang bangkai hewan maupun sampah rumah tangga ke sungai. Hal itu bisa memicu kedatangan buaya,” tandas Muriansyah. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami