KLIK.SAMPIT – Seekor tenggiling (Manis javanica) seberat sekitar 15 kilogram membuat heboh kawasan Pelabuhan Pelindo Terminal Peti Kemas Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Satwa dilindungi itu ditemukan berkeliaran pada Selasa malam (30/9) sebelum akhirnya diamankan dan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit.
“Dari penelusuran kami, berdasarkan keterangan pihak Pelindo, kemungkinan besar tenggiling itu berasal dari hutan atau semak belukar di sekitar pelabuhan,” kata Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Kamis (2/10).
Tenggiling tersebut pertama kali terlihat oleh tiga petugas Pelindo, yakni Samsudin (security), Bahril, dan Muhitun (operasional). Khawatir kabur, satwa malam itu ditangkap menggunakan karung lalu dimasukkan ke dalam kontainer kosong.
Keesokan harinya, Rabu (1/10) sekitar pukul 11.00 WIB, pihak Pelindo melaporkan temuan itu kepada Karantina Hewan. Tidak lama kemudian, tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim bersama Komunitas Reptil Sampit mengevakuasi tenggiling tersebut dan menyerahkannya ke BKSDA.
“Di sekitar areal pelabuhan memang masih banyak semak belukar yang belum difungsikan. Sangat mungkin satwa ini keluar dari habitatnya,” ujar Muriansyah.
BKSDA Sampit langsung turun ke lokasi sekaligus memberikan edukasi kepada pihak pelabuhan mengenai pentingnya perlindungan satwa liar. “Kami mengapresiasi kepedulian pihak Pelindo yang segera melapor. Tenggiling merupakan satwa dilindungi, dan ada sanksi berat bila diperdagangkan atau dibunuh,” tegasnya.
Selain temuan tenggiling, pihak Pelindo juga melaporkan adanya kemunculan buaya di tepi sungai sekitar pelabuhan. BKSDA mengingatkan agar aktivitas bongkar muat tetap dilakukan dengan waspada.
Saat ini, tenggiling tersebut berada dalam perawatan BKSDA untuk direhabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. (KLIK-RED)