Home Peristiwa Buaya Raksasa Ditemukan Mati di Sungai Tulis, Warga Diminta Tetap Waspada

Buaya Raksasa Ditemukan Mati di Sungai Tulis, Warga Diminta Tetap Waspada

  Sugianto   | Kamis , 02 Oktober 2025
5e15c9e47801d2a576081d7c20742787.jpg
Penemuan bangkai buaya raksasa di muara Sungai Tulis, Desa Sagintung, Kabupaten Seruyan, Rabu (1/10).

KLIK.SERUYAN – Penemuan bangkai seekor buaya muara besar sepanjang sekitar lima meter di Muara Sungai Tulis, Desa Sagintung, Kabupaten Seruyan, Rabu (1/10), menggegerkan warga setempat. Meski satwa tersebut ditemukan dalam kondisi mati, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena kawasan itu masih menjadi habitat buaya.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menegaskan, kematian seekor buaya tidak berarti perairan Sungai Tulis aman dari ancaman satwa liar. Justru hal ini menunjukkan kawasan tersebut masih dihuni buaya muara.

“Kami imbau masyarakat tetap berhati-hati. Sungai Tulis memang wilayah yang dihuni buaya muara. Aktivitas seperti mencari ikan atau menyeberang dengan perahu harus dilakukan dengan kewaspadaan penuh,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Kamis (2/10).

Video amatir yang beredar memperlihatkan bangkai buaya berukuran besar itu menjadi tontonan warga. Banyak yang berbondong-bondong datang untuk melihat dari dekat dan mengabadikan momen tersebut.

Muriansyah menambahkan, Sungai Tulis termasuk dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Artinya, populasi buaya masih ada dan sewaktu-waktu bisa muncul di perairan yang sering digunakan warga.

“Meski satu buaya mati, bukan berarti jumlahnya sedikit. Populasi buaya di wilayah TNTP masih ada, dan bisa saja mendekat ke pemukiman atau sungai yang sering dilintasi warga,” ujarnya.

BKSDA juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyimpan sisa tangkapan ikan atau membuang limbah dapur sembarangan ke sungai, karena dapat memicu buaya mendekat. Edukasi ini penting untuk menekan potensi konflik manusia dengan satwa liar yang kerap terjadi di Seruyan.

Peristiwa ini bukan sekadar penemuan bangkai satwa, tetapi juga menjadi peringatan bahwa hidup berdampingan dengan buaya menuntut kewaspadaan tinggi sekaligus kesadaran menjaga habitat alaminya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami