KLIK.SAMPIT, Sampit – Kemeriahan Pawai Pembangunan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (30/8), menyisakan catatan kurang baik. Jalan-jalan utama yang menjadi rute pawai dipenuhi sampah setelah acara berakhir.
Acara yang digelar mulai pukul 07.00–13.00 WIB itu berlangsung meriah dengan ribuan warga tumpah ruah menyaksikan. Namun begitu pawai usai, pemandangan kurang sedap terlihat: botol plastik, bungkus makanan, dan sisa minuman sekali pakai berserakan di sepanjang jalur pawai.
“Miris melihatnya, acaranya bagus dan meriah, tapi selesai malah penuh sampah. Seharusnya masyarakat lebih peduli dan tidak buang sampah sembarangan,” ujar Firmandi, salah seorang warga yang hadir menonton.
Firmandi berharap hal ini menjadi bahan evaluasi bersama. “Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi pemandangan seperti ini. Sama-sama menjaga lingkungan lah,” tambahnya.
Meski begitu, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim langsung bergerak cepat. Puluhan petugas dikerahkan menyapu dan mengangkut sampah agar tidak menumpuk serta mengganggu arus lalu lintas.
“Kami selalu siaga, tapi akan lebih baik jika kesadaran masyarakat juga meningkat. Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama,” kata salah seorang petugas DLH.
Sebelumnya, panitia mencatat sebanyak 257 peserta ikut dalam pawai tahun ini. Rinciannya 61 kendaraan hias, 71 barisan jalan kaki pelajar, 19 drum band, 100 pejalan kaki umum, serta 6 kelompok sepeda hias.
Bupati Kotim Halikinnor yang hadir langsung dalam acara itu mengapresiasi kreativitas para peserta. Menurutnya, pawai pembangunan bukan hanya menjadi hiburan, melainkan juga sarana melestarikan budaya serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Penampilan para peserta ini patut kita apresiasi. Mereka telah mampu menampilkan kreativitas untuk masyarakat luas,” ujarnya.
Pawai pembangunan kali ini berlangsung aman, lancar, dan penuh antusiasme masyarakat. Namun, persoalan sampah kembali menjadi pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan bersama agar kemeriahan tidak tercoreng oleh pemandangan jalanan yang kotor. (KLIK-RED)