Home Berita Metropolis Sindiran Pedas! Kostum Tikus Koruptor Hebohkan Pawai Pembangunan Sampit

Sindiran Pedas! Kostum Tikus Koruptor Hebohkan Pawai Pembangunan Sampit

  Sugianto   | Sabtu , 30 Agustus 2025
0d4e938865d1f32ae95a85f0fd7a2020.jpg
Peserta dengan kostum tikus menyindir perilaku pejabat korup menyita banyak perhatian penonton Pawai Pembangunan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (30/8).

KLIK.SAMPIT – Pawai pembangunan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (30/8), berlangsung meriah. Ribuan warga memadati jalur utama kota untuk menyaksikan berbagai atraksi, mulai dari marching band, barisan pelajar, sepeda hias, hingga kendaraan hias.

Namun, yang paling heboh sekaligus mencuri perhatian adalah kemunculan peserta dengan kostum unik berkepala tikus. Kostum yang dipadukan dengan jas ala pejabat itu menjadi sindiran pedas terhadap praktik korupsi yang masih menjadi persoalan bangsa.

Ribuan penonton tampak antusias mengabadikan penampilan itu dengan ponsel mereka. Kostum “tikus koruptor” dinilai berhasil menyampaikan pesan moral yang kuat di tengah kemeriahan pawai pembangunan.

“Saya rasa ini sangat menarik. Kostum kepala tikus selain menghibur juga menyampaikan pesan moral yang dalam,” ujar Rian, salah seorang warga yang menyaksikan pawai.

Ketua Panitia, Alang Arianto, menyebutkan bahwa ide kostum tersebut merupakan bentuk kreativitas siswa yang ingin menyampaikan pesan sosial melalui pawai pembangunan.

“Mereka ingin memberikan makna lebih dari sekadar hiburan. Ada pesan moral yang disampaikan kepada masyarakat,” kata Alang.

Selain penampilan itu, pawai juga dimeriahkan oleh 61 kendaraan hias, 71 barisan jalan kaki pelajar, 19 drumband, 100 kelompok pejalan kaki umum, serta 6 barisan sepeda hias.

Bupati Kotim, Halikinnor, yang melepas langsung pawai dari depan rumah jabatan bupati, mengaku kagum dengan kreativitas masyarakat.

“Pawai pembangunan bukan hanya sekadar hiburan tahunan, tetapi juga ruang ekspresi warga. Kreativitas seperti ini justru membuat pawai semakin hidup,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi panitia, peserta, dan warga yang tetap menjaga ketertiban sepanjang acara. Menurutnya, antusiasme masyarakat membuktikan bahwa pawai pembangunan masih menjadi agenda yang selalu dinantikan setiap tahun.

Rangkaian pawai tahun ini menempuh rute Jalan Ahmad Yani, Jalan Kapten Mulyono, Jalan MT Haryono, Jalan Ais Nasution, hingga berakhir di Taman Kota Sampit. Kostum “tikus koruptor” pun menjadi salah satu atraksi paling ramai diperbincangkan, membuktikan bahwa pesan moral bisa disampaikan dengan cara sederhana, namun tepat sasaran. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami