KLIK.SAMPIT – Aksi demonstrasi warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kotim Bersatu dan Aliansi Kesatuan Rakyat Sipil di depan Gedung DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (1/9), diwarnai aksi coret-coret pada fasilitas umum.
Pantauan di lapangan, papan nama Gedung DPRD Kotim di Jalan Jenderal Sudirman, Sampit, dicoret menggunakan cat semprot dengan tulisan bernada protes, termasuk kata pengeramput ang diartikan sebagai pembohong. Selain itu, ada juga kata bernada ejeka dan sindirian seperti "istri simpanan aman?" beberapa bagian aspal juga tak luput dari semprotan cat.
Coretan itu sontak menjadi simbol kekecewaan massa terhadap kinerja wakil rakyat yang dianggap belum maksimal memperjuangkan kepentingan masyarakat. “Kami hanya ingin menyampaikan pesan bahwa rakyat sudah jenuh dengan janji-janji. Coretan ini adalah bentuk ekspresi, bukan untuk merusak,” ujar salah seorang peserta aksi.
M Rizqi Ramadani, salah satu penanggung jawab aksi, menegaskan bahwa coret-coret tersebut murni ekspresi dan tidak dimaksudkan untuk merusak. Bahkan, pihaknya siap bertanggung jawab untuk membersihkannya. “Itu bentuk ekspresi, bisa dibersihkan dengan cepat. Asalkan tidak sampai membakar atau menghancurkan. Untuk mengecat ulang atau membersihkan kami siap. HMI pun siap membersihkan itu,” tandas Rizqi.
Aksi coret-coret itu disebut dilakukan oleh salah satu konten kreator asal Sampit yang tergabung dalam aliansi tersebut. Setelah massa mulai membubarkan diri, staf Sekretariat DPRD Kotim terlihat membersihkan coretan pada papan nama dan area sekitar kantor.
Meski sempat memanas, situasi secara umum tetap terkendali. Aparat kepolisian dari Polres Kotim, Satpol PP, dan Damkar berjaga untuk memastikan aksi tidak meluas. Sementara itu, pihak DPRD juga menerima perwakilan massa untuk mendengarkan aspirasi secara resmi.(KLIK-RED)