Home Peristiwa Misteri Kematian Buaya Muara di Sampit, BKSDA Kesulitan Selidiki Penyebab

Misteri Kematian Buaya Muara di Sampit, BKSDA Kesulitan Selidiki Penyebab

  Sugianto   | Rabu , 03 September 2025
9e044fca30d34eb99dc1ea56ae57a550.jpg
Bangkai buaya yang ditemukan warga di perairan Desa Palangan , Kecamatan Kota Besi.

KLIK.SAMPIT – Misteri kematian buaya muara kembali mencuat setelah bangkainya ditemukan hanyut di aliran sungai di Kabupaten Kotawaringin Timur. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mengaku kesulitan menelusuri penyebab kematian satwa dilindungi tersebut karena bangkai terus berpindah terbawa arus.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan bangkai buaya bisa hanyut ke hulu maupun hilir akibat pasang surut air laut. Situasi ini membuat penyelidikan menjadi lebih rumit.

“Kalau ada warga atau nelayan melihat, kami harap bangkai bisa diikat di pepohonan yang jauh dari permukiman. Itu akan sangat membantu agar bisa segera diperiksa,” ujarnya, Rabu (3/9).

Namun, ia mengakui langkah itu tidak mudah. Bangkai buaya yang sudah membusuk, berbau menyengat, bahkan dipenuhi belatung kerap membuat warga enggan mendekat. Padahal, pemeriksaan fisik sangat krusial untuk mengetahui apakah buaya mati karena senjata tajam, racun, atau penyebab lain.

Sebelumnya, bangkai buaya pertama kali terpantau hanyut di Desa Kenyala, kemudian berpindah ke Desa Simpur hingga Rasau Tumbuh. Temuan terbaru, seekor buaya muara sepanjang sekitar empat meter juga ditemukan mati di tepi sungai Desa Palangan.

BKSDA berharap peran aktif masyarakat untuk mengamankan bangkai buaya di lokasi temuan. “Semakin cepat bangkai diamankan, semakin besar peluang kami menemukan penyebab kematiannya,” tandas Muriansyah.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami