KLIK.SAMPIT – Cara unik dilakukan siswa kelas VIII Ruang 7 SMP Negeri 4 Sampit untuk memperdalam pelajaran di sekolah. Mereka tidak belajar di kelas seperti biasanya, melainkan langsung ke lapangan melalui kegiatan kokurikuler di Markas Komando Pemadam Kebakaran (Mako Damkar) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Kamis (30/10).
Kegiatan bertema pembelajaran mendalam lintas mata pelajaran ini menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik di dunia nyata. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami makna kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
Wali kelas VIII Ruang 7 Afrilia Ambar Sari menjelaskan, kegiatan tersebut mengintegrasikan tiga mata pelajaran, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Informatika, dan Prakarya, menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL).
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tapi juga bisa mengamati langsung bagaimana konsep pembelajaran diterapkan di lapangan. Kunjungan ke Mako Damkar menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi mereka,” ujar Afrilia.
Pada pelajaran IPA, siswa diajak mengenali bentuk dan perubahan energi yang terjadi saat proses pemadaman api. Mereka mengamati bagaimana energi mekanik dari mesin pompa air berubah menjadi energi tekanan untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi, serta bagaimana energi kimia dari bahan bakar kendaraan pemadam diubah menjadi energi gerak dan panas.
Melalui pengalaman langsung ini, siswa memahami konsep energi secara konkret, tidak hanya dari buku pelajaran.
Di pelajaran Informatika, siswa ditugaskan mengolah hasil observasi menjadi infografis digital menggunakan aplikasi Canva. Hasil karya mereka menampilkan alat-alat pemadam, sumber energi yang digunakan, dan tahapan kerja petugas Damkar dalam bentuk visual menarik.

Sementara dalam pelajaran Prakarya, siswa membuat kliping edukatif bertema “Alat dan Keselamatan Kerja Petugas Damkar.” Kliping berisi informasi hasil wawancara, foto kegiatan, hingga penjelasan tentang pakaian pelindung dan prosedur keselamatan kerja.
“Kegiatan ini melatih siswa berpikir sistematis, mengelola informasi, dan menyajikan hasil kerja secara kreatif. Selain itu, mereka juga belajar menghargai profesi petugas Damkar,” ungkap Meliyana, guru pendamping kegiatan.
Selain memperluas wawasan, kegiatan kokurikuler ini juga menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, disiplin, tanggung jawab, dan empati terhadap profesi penyelamat.
Siswa belajar bahwa di balik gemuruh sirene mobil pemadam, ada semangat kemanusiaan dan keberanian yang patut diteladani.
Melalui kegiatan ini, SMPN 4 Sampit terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan bermakna, sekaligus menyiapkan peserta didik menjadi generasi cerdas, terampil, dan berkarakter. (KLIK-RED)