KLIK.SAMPIT – Aksi nekat seorang wanita muda yang menceburkan diri ke Sungai Mentaya akhirnya terungkap. Korban diduga mengalami tekanan batin setelah mengetahui kekasihnya akan menikah dengan perempuan lain.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Usman Harun, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (18/1), sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, wanita tersebut nekat terjun ke sungai dalam kondisi kejiwaan yang tidak stabil. Aksi tersebut sempat menggegerkan warga sekitar, terlebih dilakukan dalam kondisi tanpa busana.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Yudi Aritonang, Anak Buah Kapal (ABK) Basarnas Sampit, yang saat itu tengah bersiaga tidak jauh dari lokasi kejadian. Ia mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai.
“Kami sedang siaga di kapal, tiba-tiba mendengar teriakan perempuan dari arah sungai,” ujarnya.
Mendengar teriakan tersebut, Yudi bersama tim segera menuju lokasi menggunakan perahu karet. Saat ditemukan, korban sudah hanyut terbawa arus sungai. Berdasarkan keterangan warga, korban terseret arus sekitar 50 meter dari titik awal.
Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Korban sempat menjauh dan tidak kooperatif saat didekati petugas. Yudi akhirnya turun langsung ke sungai sambil membawa pelampung untuk mengamankan korban.
Korban juga sempat melakukan perlawanan dan menggigit petugas saat hendak dievakuasi ke atas perahu. Setelah berhasil diamankan, wanita tersebut terus berteriak dengan ucapan yang tidak jelas.
Menurut keterangan warga setempat, Iyah, korban diketahui bukan warga sekitar dan diduga berasal dari Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kekasih korban akan menikah dengan perempuan lain, yang diduga kuat menjadi pemicu tekanan psikologis hingga korban nekat melakukan aksinya.
Usai dievakuasi, korban kemudian diamankan oleh petugas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (KLIK-RED)