KLIK.SAMPIT – Wisata susur Sungai Mentaya masih menjadi salah satu destinasi andalan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama bagi masyarakat Sampit dan sekitarnya. Wisata ini semakin ramai dikunjungi saat akhir pekan atau hari libur besar seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Dermaga Habaring Hurung terlihat mulai dipadati oleh masyarakat yang ingin menikmati wisata susur sungai. Kapal-kapal yang dihias menarik menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik minat pengunjung selama momen libur Nataru ini.
“Alhamdulillah, kalau hari libur seperti Natal dan Tahun Baru, minat masyarakat untuk berwisata susur Sungai Mentaya masih sangat tinggi,” kata Iwan, salah satu motoris kapal, Senin (30/12).
Adapun rute wisata susur Sungai Mentaya dimulai dari Dermaga Habaring Hurung. Perjalanan menyusuri bantaran sungai hingga ujung landasan Bandara H. Asan Sampit di Kecamatan Baamang, kemudian kembali dengan menyeberangi sungai menuju bantaran Kecamatan Seranau, hingga mencapai pabrik karet PT Sampit di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Setelah itu, kapal kembali ke Dermaga Habaring Hurung.
“Untuk jarak dekat dari Dermaga Habaring Hurung hingga Bandara H. Asan Sampit, tarifnya Rp150 ribu. Sedangkan untuk rute yang lebih jauh hingga PT Sampit, tarifnya Rp250 ribu untuk perjalanan pulang pergi,” ungkap Iwan.
Selain itu, Iwan menambahkan bahwa akhir pekan, seperti hari Sabtu dan Minggu, juga menjadi waktu favorit masyarakat untuk menikmati wisata ini. “Biasanya pada hari Sabtu dan Minggu cukup ramai. Saya bisa melakukan dua kali trayek wisata susur sungai dengan pendapatan sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu dalam sehari,” imbuhnya.
Sementara itu, Sulis, salah seorang wisatawan lokal, berharap pemerintah daerah terus mendukung pengembangan wisata susur Sungai Mentaya. Menurutnya, dukungan pemerintah dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
“Pemerintah daerah diharapkan membantu agar wisata susur Sungai Mentaya ini semakin berkembang, aman, dan nyaman. Pemerintah juga bisa menjadi media promosi bagi pelaku usaha wisata, misalnya melalui kegiatan lomba kapal hias atau kegiatan lain yang menarik,” tutup Sulis. (KLIK-RED)