Home Berita Metropolis Makna Hijrah di Zaman Sekarang, Habib Ama: Tinggalkan yang Buruk, Raih Rida Allah

Makna Hijrah di Zaman Sekarang, Habib Ama: Tinggalkan yang Buruk, Raih Rida Allah

  Sugianto   | Jumat , 27 Juni 2025
673f7e12a8aad75bf2148b32ad25dc9a.jpg
Ketua Majelis Rasulullah Kalimantan Tengah Habib Ama Al Habsyi

KLIK.SAMPIT – Tahun Baru Islam atau 1 Muharram menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk merenung dan memperbaiki diri. Tidak hanya sebagai penanda dimulainya kalender Hijriah, tetapi juga sarat makna spiritual dan ajakan untuk berhijrah menuju kebaikan.

Ketua Majelis Rasulullah Kalimantan Tengah Habib Ahmad Al Habsyi atau yang akrab disapa Habib Ama, menyampaikan bahwa Tahun Baru Hijriah seharusnya dimaknai sebagai waktu untuk memperkuat niat dalam memperbaiki diri.

"Momentum Tahun Baru Islam mengingatkan kita untuk berhijrah secara spiritual, dari hal-hal buruk menuju kehidupan yang lebih baik dan diridai Allah," ujar Habib Ama, Jumat (27/6).

Menurutnya, hijrah di zaman sekarang tidak hanya sebatas perpindahan tempat, tetapi perubahan perilaku dan pola pikir ke arah yang lebih baik. Meninggalkan keburukan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah inti dari makna hijrah itu sendiri.

"Kita merasakan, ketika berada di tempat yang penuh tantangan lalu pindah, bukan berarti kalah, tetapi untuk menjadi lebih baik lagi. Sebagaimana Rasulullah berhijrah ke Kota Madinah, dan di situ ada lebih banyak perjuangan selama 10 tahun," jelasnya.

Habib Ama juga mengingatkan bahwa dalam kalender Islam terdapat empat bulan mulia, yaitu Rajab, Zulqa’dah, Zulhijjah, dan Muharram.

"Nah, bulan Muharram ini merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT," tambahnya.

Ia menambahkan, peringatan Tahun Baru Islam sering diisi dengan doa bersama, tausiyah, dan kegiatan sosial di berbagai daerah. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian antarumat Muslim.

Menutup pesannya, Habib Ama mengajak umat Islam di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Kotim, untuk menyambut tahun baru dengan hati bersih, niat lurus, dan semangat memperbaiki diri.

"Semoga Allah senantiasa memberi rahmat dan keberkahan. Di tahun baru ini, kita berharap menjadi pribadi yang lebih baik hingga akhirnya husnul khatimah," tutupnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami