Home Berita Metropolis Lebaran 2025, Pergerakan Penumpang di Bandara H Asan Sampit Tembus 10.209 Orang

Lebaran 2025, Pergerakan Penumpang di Bandara H Asan Sampit Tembus 10.209 Orang

  Sugianto   | Sabtu , 12 April 2025
67d53553feafde1420fcaf816942f5ac.jpg
Penumpang saat berada di Terminal Bandara H Asan Sampit.

KLIK.SAMPIT – Bandara H Asan Sampit mencatat lonjakan signifikan pergerakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2025. Selama posko lebaran dibuka dari H-10 hingga H+10 atau sejak 21 Maret hingga 11 April 2025, tercatat sebanyak 10.209 penumpang melintas melalui bandara ini.

"Jumlah ini meningkat sekitar 137 persen dibandingkan periode lebaran tahun lalu," kata Kasi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat (TOKPD) Bandara H Asan Sampit Tedy Rachmajadi R, Sabtu (12/4).

Menurut Tedy, peningkatan ini dipicu oleh penambahan rute penerbangan dan frekuensi terbang yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, maskapai Nam Air menambah rute Sampit–Semarang dan memperkuat rute Sampit–Surabaya, selain rute reguler Sampit–Jakarta.

Berdasarkan data, selama periode tersebut, terdapat 43 pesawat datang dengan total 4.442 penumpang dan 43 pesawat berangkat yang mengangkut 5.767 penumpang.

Sebagai perbandingan, pada periode lebaran tahun 2024 (31 Maret–21 April), hanya tercatat 28 penerbangan datang dengan 1.900 penumpang, dan 28 penerbangan berangkat dengan 2.404 penumpang. Total pergerakan saat itu hanya 4.304 penumpang.

“Alhamdulillah posko terakhir hari ini menunjukkan okupansi penerbangan masih penuh, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Info dari Station Manager Nam Air, harga tiket juga sudah kembali normal sejak 8 April 2025,” jelas Tedy.

Rute dan Frekuensi Penerbangan Meningkat

Saat ini, Nam Air melayani tiga rute dari Bandara H Asan Sampit:

- Sampit–Jakarta PP: terbang setiap hari (kapasitas 130 penumpang)
- Sampit–Semarang PP: terbang Selasa, Kamis, dan Sabtu
- Sampit–Surabaya PP: terbang Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu

Sementara tahun lalu, hanya ada dua rute: Sampit–Jakarta oleh Nam Air (4 kali seminggu) dan Sampit–Surabaya oleh Wings Air (3 kali seminggu, kapasitas 72 penumpang).

Puncak arus balik terjadi sejak 5 April 2025, setelah sempat landai pada hari H dan H+1 Lebaran. Kedatangan ke Sampit didominasi pekerja perkebunan sawit, sedangkan keberangkatan didominasi pemudik dan pelajar yang kembali ke Pulau Jawa.

“Selama masa arus mudik dan balik tidak ada kendala berarti. Hanya satu kali terjadi delay 1,5 jam karena cuaca, itu masih dalam batas wajar,” ungkap Tedy.

Tedy juga menyebutkan, dengan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi udara, pihak bandara terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan perpanjangan landasan pacu (runway) agar bisa menarik lebih banyak maskapai.

“Lahan seluas lima hektare sudah dihibahkan tahun lalu ke Dirjen Perhubungan Udara. Saat ini masih diupayakan pembebasan lahan untuk pemindahan gedung PKP-PK. Target kami, tahun depan proses perpanjangan runway bisa dimulai,” pungkasnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami