Home Berita Metropolis Mudik Ramai, Balik Sepi, Pelabuhan Sampit Alami Penurunan Penumpang

Mudik Ramai, Balik Sepi, Pelabuhan Sampit Alami Penurunan Penumpang

  Sugianto   | Jumat , 11 April 2025
dddaea1c2bc6d7aab25d4230aaa17d48.jpg
Penumpang turun kapal pada puncak arus balik di Pelabuhan Sampit, Kamis (11/4).

KLIK.SAMPIT – Aktivitas arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, memasuki masa puncak. Namun, jumlah penumpang yang kembali tercatat lebih sedikit dibanding saat arus mudik.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit Gusti Muchlis, menyampaikan bahwa arus balik tahun ini mencapai 3.617 penumpang. Sementara itu, arus mudik sebelumnya tercatat sebanyak 7.724 penumpang yang bertolak dari Pelabuhan Sampit.

“Untuk periode Lebaran 2025 ini, masih ada kurang dari tiga ribu penumpang yang belum kembali,” kata Muchlis, Jumat (11/4).

Muchlis menjelaskan, secara keseluruhan, jumlah pemudik dan penumpang arus balik Lebaran 2025 mengalami penurunan sekitar 6.000 orang, atau sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni durasi angkutan yang lebih singkat dan jumlah keberangkatan kapal (call kapal) yang lebih sedikit.

“Tahun ini masa angkutan hanya 20 hari, sedangkan tahun lalu mencapai sebulan penuh. Selain itu, hanya ada 14 call kapal tahun ini, turun dari 20 call kapal tahun lalu. Ini yang menyebabkan penurunan cukup signifikan,” jelasnya.

Meski masa angkutan Lebaran telah mencapai puncaknya, Muchlis menegaskan bahwa arus balik belum benar-benar usai. Beberapa kapal dari Surabaya dan daerah lain masih dijadwalkan bersandar dalam waktu dekat, meskipun sudah di luar periode angkutan Lebaran (H+10).

“Memang periode Lebaran sudah berakhir, tapi kedatangan penumpang arus balik masih bisa terjadi di luar masa angkutan resmi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, moda transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat Kotim. Selain Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Kumai juga menjadi titik favorit pemudik.

“Bisa saja mereka mudik dari Sampit dan balik lewat Kumai. Jadi arus balik ini tersebar, tidak hanya terkonsentrasi di satu pelabuhan saja,” pungkasnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami