KLIK.SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar simulasi kebakaran hutan dan lahan di SMP Negeri 8 Sampit, dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2025, Kamis (24/4).
Kepala BPBD Kotim, Multazam, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.
"Ada bencana yang bisa diprediksi dan yang tidak. Oleh karena itu, kita harus siap dan bersinergi dalam menghadapi setiap potensi bencana, termasuk melalui pengenalan kesiapsiagaan sejak dini," ujarnya.
Multazam menjelaskan, HKBN diperingati setiap 26 April sejak tahun 2017, sebagai bentuk kesadaran kolektif terhadap pentingnya penanggulangan bencana. Peringatan tahun ini merupakan kali kesembilan dan dipusatkan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dilatih mengenali tanda-tanda bahaya, cara melakukan evakuasi mandiri, serta pentingnya menjaga ketenangan saat menghadapi situasi darurat.
"Latihan kesiapsiagaan ini penting untuk menumbuhkan budaya siaga di semua tingkatan, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa," kata Multazam.
Ia menambahkan, banyaknya korban dan kerugian akibat bencana umumnya disebabkan kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Selain itu, infrastruktur mitigasi yang belum memadai turut menjadi faktor pendukung.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kotim berharap masyarakat, terutama pelajar, dapat lebih waspada dan siap menghadapi bencana di lingkungannya.
"Harapannya, ketangguhan menghadapi bencana bisa menjadi budaya yang tertanam dalam kehidupan masyarakat," pungkas Multazam. (KLIK-RED)