KLIK.SAMPIT – Warga Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali digegerkan oleh kemunculan seekor buaya muara berukuran besar, Minggu (27/4).
Penampakan buaya itu terekam kamera warga saat muncul di permukaan Sungai Mentaya, tepat ketika matahari sedang terik di pagi hari. Tangkapan layar kejadian tersebut pun cepat menyebar di kalangan masyarakat.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, membenarkan laporan tersebut.
"Buaya itu muncul di tepi Sungai Mentaya. Kalau dilihat dari videonya, jenis buaya muara dan ukurannya cukup besar," ujar Muriansyah, Senin (28/4).
Kemunculan buaya ini memperkuat kekhawatiran warga. Sebelumnya, pada Jumat (4/4), seorang warga bernama Sani (35) menjadi korban serangan buaya saat mandi di Sungai Mentaya, hingga meninggal dunia. Insiden tragis itu menjadi peringatan keras bagi warga sekitar untuk lebih waspada.
Masyarakat Pulau Hanaut, yang mayoritas menggantungkan hidup dari hasil laut dan sungai, kini hidup dalam kecemasan. Kemunculan buaya secara berulang mengancam aktivitas harian mereka, mulai dari mencari ikan hingga kebutuhan mandi dan mencuci.
Menurut Muriansyah, kondisi perairan Pulau Hanaut yang kaya sumber daya alam memang menarik perhatian buaya, terutama pada malam hari saat mereka berburu mangsa.
Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai pada malam hari.
"Tetap waspada. Hindari mandi, mencuci, atau buang air di sungai. Saat malam hari, buaya lebih agresif," tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan warga untuk tidak membuang bangkai, sampah rumah tangga, atau memelihara ternak di tepi atau atas sungai.
"Perilaku yang salah bisa mengundang buaya mendekat ke permukiman. Kalau sudah berubah perilaku, buaya akan menetap, dan itu berbahaya," tandas Muriansyah. (KLIK-RED)