Home Peristiwa Karhutla Masih Menghantui Kotim, Titik Panas Bermunculan di Wilayah Utara

Karhutla Masih Menghantui Kotim, Titik Panas Bermunculan di Wilayah Utara

  Redaksi   | Minggu , 27 Juli 2025
7d18ffb0219970361cfe0fef58e4f9d5.jpg
Kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur baru-baru ini.

KLIK.SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Data terbaru dari BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit menunjukkan, sejumlah wilayah di Kotim kembali masuk kategori sangat mudah terbakar, Senin (28/7).

Peta sebaran potensi karhutla yang dirilis BMKG memperlihatkan perubahan signifikan dalam 24 jam terakhir. Jika pada 27 Juli wilayah yang masuk zona aman masih cukup luas, maka sehari setelahnya, kawasan rawan karhutla meluas drastis. Wilayah utara Kotim menjadi perhatian serius karena pergeseran status menjadi zona merah, termasuk area gambut yang mudah terbakar.

“Wilayah yang kemarin aman, sekarang sudah masuk zona sangat rawan. Ini harus diwaspadai bersama,” terang BMKG dalam keterangannya.

Sebanyak 8 titik panas (hotspot) terpantau dalam 24 jam terakhir. Lokasi terbanyak berada di Kecamatan Antang Kalang dengan empat titik. Sisanya tersebar di Tumbang Sepayang, Telawang, Mentaya Hulu, dan Cempaga.

Mayoritas titik panas itu memiliki tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi, yang berarti berpotensi besar menjadi sumber kebakaran jika tidak segera ditindaklanjuti.

Arah angin dominan dari timur menuju barat laut dan utara juga dinilai bisa mempercepat penyebaran api. Sementara itu, citra satelit Himawari-8 menunjukkan adanya pertumbuhan awan di beberapa wilayah, seperti Antang Kalang dan Bukit Santui. Namun kondisi ini belum cukup untuk menurunkan potensi kebakaran secara signifikan.

BMKG dan BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Cuaca panas disertai angin kencang sangat berisiko memperbesar titik api.

“Jangan membakar lahan untuk alasan apapun. Warga juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran,” tegas pihak BMKG.

Pemerintah daerah juga diminta memperketat patroli terpadu di wilayah rawan, terutama di kawasan utara Kotim yang kini menjadi pusat perhatian pemantauan.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami