KLIK.SAMPIT –
Kemunculan reptil buas tersebut membuat warga resah, mengingat sebelumnya buaya juga beberapa kali menWarga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali digegerkan dengan kemunculan seekor buaya muara di perairan Sungai Mentaya dekat permukiman mereka, Selasa (26/8).ampakkan diri di kawasan yang sama. Warga khawatir hewan berbahaya itu masuk lebih dekat ke permukiman dan mengancam keselamatan.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, membenarkan laporan tersebut.
“Iya, kami telah menerima laporan kemunculan buaya itu,” kata Muriansyah, Rabu (27/8).
Berdasarkan video yang dikirim warga, buaya tersebut berjenis muara dengan ukuran panjang kurang lebih tiga meter.
“Kalau dilihat dari video, buaya itu besar. Sekitar tiga meter, bahkan bisa lebih,” ujarnya.
Video kemunculan buaya berukuran cukup besar itu pun beredar luas di media sosial. Buaya terlihat muncul di tengah sungai yang lokasinya tidak jauh dari permukiman. Hal itu menimbulkan keresahan karena area tersebut merupakan tempat aktivitas warga sehari-hari.
Muriansyah mengingatkan warga agar tetap waspada dan tidak lengah. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berisiko di tepian sungai, terutama pada pagi dan sore hari ketika buaya sering mencari mangsa.
“Jangan lengah, buaya adalah predator alami yang bisa muncul kapan saja. Kami terus mengimbau warga di bantaran Sungai Mentaya agar selalu waspada, terutama saat beraktivitas pada malam hari atau saat hari sudah gelap,” tegasnya.
Selain itu, BKSDA juga meminta warga agar tidak memelihara ternak di tepian atau di atas sungai, karena hal itu bisa memancing buaya datang.
“Buaya biasanya datang untuk mengincar ternak. Namun, apabila pada saat itu ada aktivitas warga, seperti berwudu di subuh hari, buaya bisa saja menyerang,” jelas Muriansyah.
Ia mencontohkan kasus terbaru, yakni serangan buaya di Ramban dan Bagendang Permai, yang mana di sekitar lokasi terdapat kandang ayam.
“Dari kasus ini, seharusnya menjadi pelajaran dan pengingat agar warga lebih waspada dalam memelihara ternak di dekat sungai,” tandasnya. (KLIK-RED)