Home Berita Metropolis Pemkab Kotim Janji Perbaiki Jembatan Patah, Minta Warga Tak Timbun Tanjakan

Pemkab Kotim Janji Perbaiki Jembatan Patah, Minta Warga Tak Timbun Tanjakan

  Redaksi   | Rabu , 01 Oktober 2025
73cd524010a785ee09a23b1f86b2cf69.jpg
Kondisi Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono Sampit.

KLIK.KALTENG – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan Jembatan Sei Mentawa atau yang dikenal dengan sebutan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono akan segera mendapat perhatian khusus. Meski begitu, Pemkab juga mengingatkan warga agar tidak melakukan penimbunan tanah di tanjakan jembatan karena berpotensi merusak konstruksi.

Koordinator Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Suhardiono, mengatakan penanganan jembatan tersebut sudah masuk agenda pemeliharaan. Namun, keterbatasan personel dan adanya pekerjaan lain yang lebih mendesak membuat pengerjaan besar belum bisa segera dilakukan.

“Tanjakan itu nantinya akan kami aspal. Jembatan juga sudah masuk rencana pemeliharaan. Kami minta masyarakat tidak melakukan penimbunan tanah sembarangan, karena selain licin saat hujan juga bisa mengganggu pondasi jembatan,” tegas Suhardiono, Selasa (30/9).

Ia mengungkapkan, beberapa kali petugas menemukan warga menimbun tanjakan jembatan menggunakan tanah dari sekitar lokasi. Hal ini sangat berisiko karena tanah yang diambil berada dekat dengan konstruksi jembatan.
“Itu yang berbahaya. Tanah diambil di sekitar pondasi, bisa membuat kekuatan jembatan semakin lemah,” imbuhnya.

Sementara itu, keluhan warga terkait kondisi Jembatan Patah memang terus mengemuka. Windarto, warga Mentawa Baru Ketapang, menyebut timbunan tanah yang dilakukan oknum justru memperparah kerusakan.
“Bukan memperbaiki, malah bikin pondasi terkikis. Kondisinya makin parah,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, jembatan tersebut memang tampak memprihatinkan. Beberapa lubang masih terlihat pada badan jembatan, pembatas patah belum diperbaiki, serta kayu lantai jembatan tampak kendur dan baut-bautnya lepas.

Suhardiono memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Langkah darurat sudah dilakukan dengan menutup tanjakan menggunakan agregat, sambil menunggu perbaikan lanjutan.
“Segera kami tangani, hanya saja butuh waktu karena harus bersamaan dengan pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan lainnya,” tandasnya.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami