Home Berita Metropolis Tak Patah Semangat, Jembatan Patah Kapten Mulyono Sampit Diperbaiki Lagi

Tak Patah Semangat, Jembatan Patah Kapten Mulyono Sampit Diperbaiki Lagi

  Redaksi   | Selasa , 14 Oktober 2025
3d091053514b9b971ce0f93a3abfafb8.jpg
Jembatan Patah atau Jembatan Sei Mentawa diperbaiki, Selasa (14/10).

KLIK.SAMPIT – Setelah lama jadi keluhan warga, Jembatan Sei Mentawa yang akrab disebut Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Meski kondisinya kerap mengkhawatirkan, jembatan yang menjadi urat nadi akses warga itu kini mulai dipelihara kembali.

Koordinator Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Suhardiono, mengatakan perbaikan dilakukan bertahap dengan fokus memperkuat lantai dan pelat besi jembatan yang mulai aus. Ia menyebut, pekerjaan ini dilakukan untuk memastikan jembatan tetap aman dilalui kendaraan, terutama yang bermuatan berat.

“Tadi kami perbaiki bagian lantai dulu, mengganti kayu yang lapuk dan memperkuat baut yang longgar. Besok kami lanjut memperbaiki pelat besinya,” ujarnya, Senin (30/10).

Perbaikan ini disambut gembira warga sekitar. Jembatan yang sebelumnya rawan bergoyang saat dilalui kendaraan besar kini mulai terlihat lebih kokoh. Apalagi, tanjakan jembatan yang semula hanya ditimbun agregat kini sudah diaspal, sehingga lebih nyaman dan tidak licin ketika hujan.

“Dulu kalau lewat sini rasanya waswas, apalagi kalau hujan. Sekarang sudah agak tenang, tinggal menunggu perbaikan total,” kata seorang warga yang rutin melintas.

Suhardiono menegaskan, jembatan ini akan terus mendapatkan perawatan rutin. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak lagi melakukan penimbunan tanah di sekitar tanjakan jembatan, karena bisa merusak struktur dan membahayakan pengguna jalan.

“Sudah pernah ada warga yang menimbun pakai tanah di dekat fondasi. Itu sangat berisiko karena bisa memengaruhi kekuatan jembatan. Kami sudah tegur agar tidak diulangi,” tegasnya.

Dinas SDABMBKPRKP sebelumnya juga telah menimbun area sekitar jembatan dengan agregat dan mengaspal tanjakan agar tidak licin. Langkah itu menjadi bentuk keseriusan pemerintah menjaga agar “Jembatan Patah” tidak benar-benar patah seperti julukannya.

Warga berharap, pemeliharaan ini bisa berlanjut hingga perbaikan total dilakukan. Karena bagi masyarakat Sampit, jembatan ini bukan sekadar penghubung dua sisi jalan, melainkan simbol semangat bertahan di tengah keterbatasan infrastruktur. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami