Home Berita Metropolis Banjir Kuala Kuayan Kian Meluas, Sekolah dan Akses Warga Ikut Lumpuh

Banjir Kuala Kuayan Kian Meluas, Sekolah dan Akses Warga Ikut Lumpuh

  Sugianto   | Kamis , 21 Mei 2026
4621975ca96169570160b1cafd1b3f2e.jpg
Terlihat Banjir di Kuala Kuayan, Mentaya Hulu, Kotim, selutut orang dewasa mempersulit aktivitas masyarakat.

KLIK.SAMPIT – Banjir yang merendam Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian meluas dan mulai melumpuhkan aktivitas masyarakat. Genangan air tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga fasilitas umum hingga lingkungan sekolah.

Berdasarkan laporan kondisi banjir per Kamis (21/5), tinggi muka air mencapai sekitar 37 sentimeter dari permukaan jalan di sejumlah titik rawan.

Sejumlah ruas jalan penting terdampak genangan, di antaranya Jalan Pelangkong, Jalan Kuala Kuayan–Tumbang Sapiri, Jalan Kuala Kuayan–Bawan Tanjung Jariangau, hingga Gang Rawa Indah. Kondisi tersebut membuat akses masyarakat terganggu karena beberapa jalan dipenuhi air dan sulit dilintasi.

Banjir juga merendam halaman sejumlah fasilitas pendidikan seperti SDN 2, SDN 3, SDN 4 serta PAUD RA Islamiyah. Bahkan, dua sekolah dasar yakni SDN 02 dan SDN 03 Kuala Kuayan terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka dan menerapkan sistem belajar dari rumah.

Camat Mentaya Hulu, Edison mengatakan, pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan kondisi banjir karena genangan belum sepenuhnya surut di beberapa wilayah rendah.

“Memang masih ada beberapa titik yang tergenang. Aktivitas masyarakat ikut terdampak, terutama akses jalan dan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Menurut Edison, keputusan menerapkan pembelajaran dari rumah dilakukan demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik, mengingat akses menuju sekolah masih dipenuhi genangan air.

“Keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas. Karena itu sekolah yang terdampak masih belajar dari rumah sampai kondisi memungkinkan,” katanya.

Selain sekolah, banjir juga berdampak pada fasilitas umum lainnya seperti Masjid Hidayatul Iman yang ikut terendam genangan.

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi karena dikhawatirkan debit air kembali naik dan memperparah kondisi banjir.

Pemerintah kecamatan bersama pihak kelurahan dan instansi terkait terus melakukan pemantauan di lapangan sambil menunggu kondisi air surut agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di jalan yang masih tergenang dan mengutamakan keselamatan,” tandasnya. (KLIK.RED).

Baca Juga

Ikuti Kami